Isu Penutupan Toko Dibantah, Cotton On Pastikan Bisnis di Asia Berjalan

Cotton On
Cotton On. Foto: dok.Ladiestory.id

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Peritel fesyen asal Australia, Cotton On, menepis kabar yang menyebutkan perusahaan akan menutup seluruh gerainya dan hengkang dari pasar Asia. Pihak perusahaan menegaskan informasi tersebut tidak benar.

Dalam pernyataan resminya, manajemen menyebut laporan yang beredar telah menimbulkan kesalahpahaman.

“Tidak ada rencana untuk keluar dari Asia. Informasi mengenai penutupan toko di kawasan ini tidak akurat,” ujar perwakilan perusahaan, dikutip Selasa (31/3/2026).

Advertisement

Klarifikasi ini muncul setelah adanya kabar terkait likuidasi entitas bernama Cotton On Asia. Perusahaan menjelaskan bahwa entitas tersebut hanyalah perusahaan induk yang tidak aktif, sehingga tidak memiliki keterkaitan langsung dengan operasional ritel sehari-hari.

Baca Juga :  Fuji Menang Penghargaan, Akui Ingin Keliling Dunia dan Cari Inspirasi Konten

“Entitas tersebut tidak menjalankan toko maupun mempekerjakan karyawan. Proses likuidasi tidak berdampak pada pelanggan, karyawan, pemasok, maupun operasional bisnis di Asia,” demikian pernyataan perusahaan.

Sebelumnya, diketahui Cotton On Asia tengah menjalani proses likuidasi sukarela dengan penunjukan likuidator dari PwC Singapura. Meski demikian, unit bisnis utama tetap berjalan seperti biasa.

Di Singapura, misalnya, operasional ritel masih berlangsung normal melalui Cotton On Singapore, dengan lebih dari 30 toko yang tetap aktif hingga akhir Maret 2026.

Baca Juga :  Indonesia dan Australia Sepakati Perjanjian Keamanan Baru, Fokus pada Stabilitas Kawasan

Sebagai bagian dari Cotton On Group yang didirikan oleh Nigel Austin pada 1991, Cotton On saat ini mengelola sejumlah lini merek seperti Cotton On, Cotton On Body, Cotton On Kids, Typo, dan Rubi. Secara global, grup ini beroperasi di sekitar 20 negara dengan jumlah karyawan mencapai lebih dari 20.000 orang.

Di tengah tren penutupan toko ritel di berbagai negara, klarifikasi ini menjadi penegasan bahwa Cotton On masih mempertahankan ekspansinya di pasar Asia, yang dinilai tetap memiliki potensi pertumbuhan.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel