Iran Syaratkan Keamanan Nasional dalam Upaya Akhiri Perang dengan AS dan Israel

Iran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Foto: Hayk Baghdasaryan/Photolure via REUTERS/ File Photo Purchase Licensing Rights

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa setiap langkah untuk mengakhiri konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel harus tetap mengutamakan keamanan serta kepentingan rakyat Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kabinet, di tengah situasi kawasan yang masih memanas akibat eskalasi militer dalam beberapa pekan terakhir.

“Setiap keputusan terkait penghentian perang harus menjamin keamanan dan kepentingan bangsa Iran,” ujar Pezeshkian, seperti dikutip kantor berita pemerintah IRNA, Selasa (31/3/2026).

Advertisement

Ia menilai, ketahanan Iran menghadapi tekanan konflik tidak lepas dari peran militer dan soliditas masyarakat. Menurutnya, perlawanan pasukan serta persatuan nasional menjadi faktor kunci dalam menjaga stabilitas negara di tengah situasi krisis.

Baca Juga :  Kemenangan Italia 3-0, Demonstrasi Pro-Palestina Warnai Laga Lawan Israel

Pezeshkian juga menyoroti gelombang aksi massa pro-pemerintah yang berlangsung di berbagai kota. Ia menyebut dukungan publik tersebut turut memperkuat posisi Iran di tengah tekanan eksternal.

“Pertemuan rakyat di malam hari memiliki nilai besar dan menjadi simbol dukungan terhadap perjuangan nasional,” katanya.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak serangan militer yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Dalam rentang waktu tersebut, lebih dari 1.300 orang dilaporkan tewas, termasuk Ali Khamenei.

Baca Juga :  2,3 Juta Formasi CPNS 2024 Dibuka, Fresh Graduate Buruan Daftar!

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan sejumlah wilayah, termasuk Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer AS.

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur, tetapi juga berdampak pada stabilitas pasar global serta lalu lintas penerbangan internasional.

Di tengah situasi yang belum mereda, pernyataan Pezeshkian mencerminkan sikap Iran yang masih berhati-hati dalam membuka jalan menuju deeskalasi, sambil tetap menegaskan garis merah terkait kepentingan nasional.***

Editor : Syafira

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel