
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kepanikan sempat menyelimuti wilayah selatan Israel setelah sebuah rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam kawasan industri strategis, Minggu (29/3/2026).
Serangan itu dilaporkan mengenai pabrik kimia di kawasan industri Neot Hovav, yang berada tak jauh dari kota Beersheba. Rekaman yang disiarkan Al Jazeera memperlihatkan ledakan besar disertai kobaran api, dengan asap hitam pekat membumbung tinggi ke udara.
Di tengah situasi yang mencekam, tim pemadam dan petugas darurat bergegas menuju lokasi untuk mengendalikan kebakaran. Warga di sekitar kawasan industri sempat diminta tetap berada di dalam rumah, menyusul kekhawatiran akan kemungkinan kebocoran bahan kimia berbahaya.
Otoritas setempat kemudian memastikan tidak ada zat beracun yang terlepas ke udara. Meski begitu, insiden ini memicu kekhawatiran baru di kalangan warga, terutama terkait potensi meluasnya target serangan ke fasilitas-fasilitas vital lainnya.
Serangan tersebut dinilai sebagai bagian dari eskalasi konflik yang kian terbuka. Iran sebelumnya telah memperingatkan akan menyasar infrastruktur strategis Israel sebagai respons atas serangan terhadap aset penting mereka.
Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah-wilayah strategis seperti Negev, Dimona, hingga Beersheba disebut menjadi sasaran. Kota Dimona sendiri dikenal sebagai lokasi fasilitas riset nuklir Israel, menjadikannya titik sensitif dalam dinamika konflik kedua negara.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































