Airlangga Ungkap Rencana WFH dan Efisiensi Energi Hasil Rapat Koordinasi

Airlangga
Airlangga Hartarto Menteri Koordinator Bidang Perekonomian. Foto: Instagram

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah dinamika global yang terus bergerak, pemerintah mulai merancang langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Salah satu upaya tersebut terlihat dalam rapat koordinasi yang digelar pada Sabtu (28/3/2026), yang turut dihadiri Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

Rapat ini menjadi tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam merespons berbagai tantangan ekonomi, termasuk dampak konflik global terhadap energi dan rantai pasok. Sejumlah opsi kebijakan pun dibahas, mulai dari penerapan kerja fleksibel hingga penguatan efisiensi energi nasional.

Dalam keterangannya melalui akun Instagram, Airlangga menyebut berbagai langkah yang tengah disiapkan pemerintah.

Advertisement
Baca Juga :  Heboh! Kebakaran di Karet Pedurenan Gegerkan Warga, Diduga Akibat Tabung Gas Bocor

“Dalam rapat ini dibahas berbagai langkah strategis, mulai dari pengaturan Work From Home secara adaptif, efisiensi anggaran yang lebih tepat sasaran, penguatan kebijakan B50, hingga usulan penghematan energi nasional,” tulis Airlangga.

Ia menegaskan, seluruh kebijakan tersebut tidak disusun secara sembarangan, melainkan melalui kajian menyeluruh dengan mempertimbangkan situasi global yang masih bergejolak, terutama di kawasan Timur Tengah.

“Seluruhnya dikaji secara komprehensif dengan mempertimbangkan perkembangan konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian global yang berdampak pada stabilitas energi, rantai pasok, serta perekonomian nasional,” lanjutnya.

Baca Juga :  Prabowo Tiba di Mesir, Siap Hadiri KTT Perdamaian Gaza Bareng Pemimpin Dunia

Lebih jauh, pemerintah memastikan setiap langkah yang diambil akan bersifat terukur dan adaptif terhadap perubahan kondisi. Hal ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

“Pemerintah berkomitmen memastikan setiap kebijakan berjalan secara terukur dan responsif, guna menjaga stabilitas, memperkuat ketahanan nasional, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Rapat ini menjadi gambaran bahwa pemerintah tengah menyiapkan strategi antisipatif, bukan hanya untuk meredam dampak krisis global, tetapi juga menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel