TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pebulutangkis asal Spanyol, Carolina Marín, resmi mengakhiri karier profesionalnya di dunia bulutangkis. Pengumuman tersebut disampaikan langsung melalui media sosial pribadinya, menandai berakhirnya perjalanan panjang salah satu ikon tunggal putri dunia.
“Perjalanan saya berakhir di sini. Terima kasih kepada semua yang telah menjadi bagian dari kisah ini,” tulis Marín dalam unggahannya.
Peraih medali emas Olimpiade Rio 2016 itu juga menyampaikan bahwa ia akan membawa nilai-nilai yang selama ini membentuknya ke dalam fase kehidupan berikutnya.
“Ini adalah perjalanan yang luar biasa. Saya akan berusaha membalas semua kebaikan yang telah saya terima selama ini,” lanjutnya.
Keputusan pensiun ini datang setelah periode yang tidak mudah dalam kariernya. Marín terakhir tampil di Olimpiade Paris 2024, namun langkahnya terhenti di semifinal akibat cedera, sehingga gagal meraih medali.
Sejak saat itu, kiprah juara dunia tiga kali (2014, 2015, 2018) tersebut mulai meredup. Ia nyaris tidak tampil di turnamen sepanjang akhir 2024 hingga 2025, bahkan tidak mengikuti rangkaian tur BWF pada musim lalu.
Nama Marín sebenarnya sempat masuk dalam daftar peserta Kejuaraan Eropa 2026 yang dijadwalkan berlangsung awal April. Namun sebelum kembali ke lapangan, ia justru memilih menutup kariernya.
Kepergian atlet berusia 32 tahun itu dari arena bulutangkis tentu meninggalkan kesan mendalam. Gaya bermain agresif dan teriakan khasnya di lapangan menjadi ciri yang sulit dilupakan, termasuk saat berlaga di hadapan publik Indonesia.
Ucapan perpisahan pun mengalir dari para sesama atlet dunia. Pebulutangkis Thailand, Ratchanok Intanon, mengaku akan merindukan karakter kuat Marín di lapangan.
“Saya akan merindukan teriakan khasmu. Terima kasih telah menginspirasi banyak orang untuk tidak pernah menyerah,” tulisnya.
Hal serupa disampaikan Tai Tzu-ying yang lebih dulu gantung raket, serta pemain Denmark Viktor Axelsen yang memuji perjalanan karier Marín sebagai sesuatu yang luar biasa.
Dengan pensiunnya Carolina Marín, dunia bulutangkis kehilangan salah satu sosok paling karismatik yang pernah mewarnai persaingan di level tertinggi.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































