TIMETODAY.ID, JAKARTA — Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) terus memuncak seiring perang yang melibatkan Israel dan AS menewaskan ribuan orang. Iran kini menegaskan tidak ada lagi ruang untuk jalur diplomasi dengan Washington.
“Saya tidak melihat ruang lagi untuk diplomasi,” ujar Kamal Kharazi, penasihat Kebijakan Luar Negeri di kantor Pemimpin Tertinggi Iran, kepada CNN, Selasa (10/3/2026). Kharazi menambahkan, rezim Iran siap melanjutkan konflik ini dalam jangka waktu yang panjang.
Iran merasa dikhianati dua kali oleh AS. Serangan pertama terjadi pada 22 Juni 2025, hanya 10 hari setelah Israel melancarkan serangan, tepat saat kedua negara tengah terlibat perundingan nuklir. Serangan terbaru dari AS kembali dilakukan saat pembicaraan nuklir sedang berlangsung, menurut Kharazi.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan militer Iran siap menghadapi perang panjang melawan AS dan Israel. Dia menekankan, Iran akan merespons setiap eskalasi yang dapat mengguncang pasar global.
Araghchi menuding AS berupaya menyerang fasilitas minyak dan nuklir Iran untuk meredam dampak inflasi besar yang mungkin timbul akibat konflik. Menanggapi hal itu, ia menegaskan bahwa Iran akan sepenuhnya siap menghadapi setiap langkah agresif dari AS.
Dengan situasi yang terus memanas, pengamat menilai wilayah Timur Tengah berada di titik krusial, sementara dunia menyaksikan apakah diplomasi masih bisa berperan atau konflik akan memasuki babak baru yang lebih intens.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































