TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kuteks gel atau gel manicure menjadi salah satu tren perawatan kuku yang banyak diminati. Selain membuat kuku tampak lebih rapi dan berkilau, jenis manicure ini juga dikenal lebih tahan lama dibanding kuteks biasa. Namun di balik tampilannya yang menarik, penggunaan gel manicure terlalu sering ternyata dapat menimbulkan sejumlah efek samping bagi kesehatan kuku dan kulit.
Banyak orang tertarik mencoba berbagai gaya hias kuku dengan gel manicure karena hasilnya terlihat lebih profesional. Meski demikian, proses perawatannya yang melibatkan bahan kimia dan paparan sinar ultraviolet (UV) membuat pengguna perlu lebih berhati-hati.
Efek Samping Gel Manicure
Berikut beberapa risiko yang dapat muncul akibat penggunaan gel manicure secara berlebihan.
- Paparan sinar ultraviolet
Proses pengeringan kuteks gel umumnya menggunakan lampu UV. Paparan sinar ini memang membantu mengeraskan lapisan gel pada kuku, tetapi jika dilakukan terlalu sering dapat meningkatkan risiko kerusakan kulit akibat radiasi ultraviolet.
Menurut dokter kulit Chey Ranasinghe dari Cleveland Clinic, paparan UV sebenarnya sudah kita dapatkan dari aktivitas sehari-hari, seperti saat mengemudi. Jika ditambah dengan paparan dari proses pengeringan gel manicure secara rutin, risiko kerusakan kulit dapat meningkat.
- Kerusakan pada kulit dan kuku
Selain sinar UV, kuteks gel juga mengandung bahan kimia seperti akrilat dan metakrilat. Kandungan tersebut pada sebagian orang dapat memicu reaksi alergi berupa ruam, gatal, hingga iritasi di sekitar kuku.
Proses penghapusan gel manicure yang tidak tepat juga dapat merusak kuku. Beberapa masalah yang sering muncul antara lain kuku menjadi rapuh, mudah retak, mengelupas, hingga terasa kering dan kasar.
Tips Aman Menggunakan Gel Manicure
Meski memiliki risiko, gel manicure tetap bisa dilakukan dengan aman jika memperhatikan beberapa hal berikut.
- Tidak terlalu sering melakukan gel manicure
Para ahli menyarankan untuk tidak terlalu sering menggunakan kuteks gel. Berikan waktu bagi kuku untuk “beristirahat” sebelum kembali melakukan manicure.
- Gunakan tabir surya
Sebelum proses manicure, oleskan tabir surya pada tangan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Pilih sunscreen dengan SPF minimal 30, terutama jenis mineral yang dapat memberikan perlindungan fisik dari sinar matahari.
- Jangan menghilangkan kutikula
Kutikula memang sering dianggap mengganggu penampilan kuku, tetapi bagian ini sebenarnya berfungsi sebagai pelindung alami dari bakteri penyebab infeksi. Karena itu, sebaiknya kutikula tidak dipotong atau didorong terlalu jauh.
- Lepaskan gel manicure dengan cara yang benar
Penghapusan kuteks gel sebaiknya dilakukan oleh tenaga profesional di salon kuku. Melepasnya sendiri secara paksa dapat menyebabkan kuku menjadi rusak atau menipis.
Dengan perawatan yang tepat, gel manicure tetap bisa menjadi pilihan untuk mempercantik kuku tanpa harus mengorbankan kesehatan. Memberikan jeda perawatan dan menjaga kebersihan kuku menjadi kunci agar kuku tetap kuat dan sehat.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































