
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Kiper Manchester United, Senne Lammens, mengakui timnya tampil mengecewakan saat kalah 1-2 di kandang Newcastle United. Ia menilai masalah mentalitas menjadi salah satu faktor utama kegagalan Setan Merah memanfaatkan keunggulan jumlah pemain.
Bermain di St James’ Park, Kamis (5/3) dini hari WIB, MU sebenarnya berada di atas angin setelah Jacob Ramsey menerima kartu kuning kedua jelang turun minum. Namun situasi tersebut tak mampu dimaksimalkan dengan baik.
Alih-alih menekan, MU justru kebobolan lebih dulu lewat penalti Anthony Gordon. Beruntung, MU mampu merespons cepat melalui tandukan Casemiro yang menyamakan skor sebelum jeda.
Memasuki babak kedua dengan keunggulan jumlah pemain, MU diharapkan tampil dominan. Namun performa mereka justru kurang meyakinkan. Newcastle akhirnya menghukum lewat gol indah William Osula di penghujung laga.
“Rasanya selalu buruk ketika kalah, hanya saja hari ini bukanlah harinya kami. Penampilan kami tadi tidak cukup bagus,” ujar Lammens kepada BBC Sport.
Menurut kiper asal Belgia itu, gol penyama kedudukan sebelum turun minum seharusnya menjadi momentum penting untuk membangun kepercayaan diri. Namun yang terjadi justru sebaliknya.
“Ketika kami melangkah keluar di lapangan di babak kedua, perlu lebih baik. Maksudku mentalitas kami perlu lebih baik lagi. Di setiap aspek, penampilan kami tadi tidak bagus,” tegasnya.
Lammens menilai MU kehilangan ritme permainan saat seharusnya bisa “menghabisi” lawan yang bermain dengan 10 orang. Ia menegaskan timnya harus banyak belajar dari kekalahan tersebut, terutama soal konsistensi dan sikap saat berada dalam posisi menguntungkan.
Kekalahan ini menjadi tamparan bagi MU yang tengah berupaya menjaga momentum di papan atas. Bagi Lammens, laga di Newcastle menjadi pengingat bahwa kualitas saja tidak cukup tanpa mentalitas yang tepat.
(MG7)



































