TIMETODAY.ID, JAKARTA – Kapten Liverpool FC, Virgil van Dijk, tak menutupi kekecewaannya usai timnya tumbang 1-2 dari Wolverhampton Wanderers. Bek asal Belanda itu bahkan menilai para pemain pantas menjadi sasaran kemarahan manajer Arne Slot.
Bertandang ke Molineux Stadium, Rabu (4/3/2026) dini hari WIB, Liverpool tak mampu mengimbangi permainan tim juru kunci. Meski sempat menyamakan skor lewat gol Mohamed Salah, The Reds akhirnya harus pulang tanpa poin.
Kekalahan ini membuat Liverpool gagal menjaga jarak dengan rival di empat besar seperti Manchester United dan Aston Villa. Lebih menyakitkan lagi, hasil tersebut menjadi kekalahan kelima Liverpool di masa injury time musim ini catatan terburuk mereka sepanjang sejarah di era Premier League.
Slot pun menjadi sorotan karena dianggap gagal meracik strategi yang tepat. Namun Van Dijk menegaskan bahwa tanggung jawab utama ada pada para pemain di lapangan.
“Ya, dia marah besar,” ujar Van Dijk seperti dikutip ESPN.
“Tentu saja. Dia pantas marah karena kami bermain sangat buruk. Itu sudah terlihat di babak pertama. Harusnya di babak kedua kami lebih baik, tapi tetap saja tidak cukup,” lanjutnya.
Van Dijk menilai Liverpool tampil terlalu lambat dan mudah ditebak. Bahkan sebelum Wolves mencetak gol pembuka, ia merasa timnya memang layak tertinggal.
“Melihat performa kami sampai mereka bikin gol, kami memang pantas tertinggal 0-1. Kami sangat buruk. Kami terlalu lambat dan bisa diprediksi,” tegasnya.
Sebagai juara bertahan, kekalahan seperti ini menjadi alarm serius bagi Liverpool. Van Dijk memastikan timnya harus segera berbenah jika tak ingin semakin tertinggal dalam persaingan papan atas.
(MG7)




































