
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Situasi geopolitik di Timur Tengah memanas sejak serangan yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Iran kemudian membalas dengan serangan ke Israel dan sejumlah pangkalan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Aksi saling balas ini bukan hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada berbagai sektor, termasuk penerbangan internasional.
Pada Minggu (1/3/2026), Singapore Airlines secara resmi mengumumkan penghentian sementara penerbangan rute Singapura–Dubai demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.
1. Pemberhentian Penerbangan Selama Satu Pekan
Pembatalan penerbangan berlaku untuk periode 28 Februari hingga 7 Maret 2026. Dua penerbangan harian yang terdampak adalah:
- SQ494 rute Singapura—Dubai
- SQ495 rute Dubai—Singapura
Artinya, total 16 penerbangan dibatalkan setidaknya selama satu minggu, dengan kemungkinan perpanjangan tergantung kondisi keamanan di kawasan.
Ketegangan meningkat setelah Iran menyerang sejumlah pangkalan Amerika Serikat di Timur Tengah, termasuk di Uni Emirat Arab. Dubai sendiri merupakan kota utama di negara tersebut dan menjadi salah satu hub penerbangan tersibuk di kawasan.
Selain Singapore Airlines, maskapai anak usahanya, Scoot, juga membatalkan penerbangan menuju wilayah terdampak hingga situasi dinilai kondusif.
2. Penumpang Dialihkan atau Bisa Ajukan Refund
Pembatalan ini tentu berdampak pada rencana perjalanan penumpang. Untuk mengantisipasi kerugian lebih lanjut, Singapore Airlines menawarkan dua opsi bagi pelanggan terdampak:
- Dialihkan ke penerbangan alternatif.
- Membatalkan tiket dan mendapatkan pengembalian dana penuh (full refund).
Penumpang yang memesan tiket langsung melalui Singapore Airlines dapat mengajukan permohonan lewat formulir Assistance Request Form. Sementara itu, pelanggan yang memesan melalui agen perjalanan diminta menghubungi agen masing-masing untuk proses refund.
Maskapai juga mengimbau seluruh pelanggan untuk rutin mengecek status penerbangan melalui situs resmi guna mendapatkan informasi terbaru.
3. Faktor Keamanan Jadi Prioritas Utama
Singapore Airlines menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun, keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan faktor keselamatan sebagai prioritas utama.
Serangan yang terjadi melalui jalur udara membuat ruang udara di Timur Tengah dinilai berisiko untuk dilintasi pesawat komersial. Oleh karena itu, penghentian sementara rute Singapura–Dubai dianggap sebagai langkah pencegahan demi melindungi staf dan penumpang.
Maskapai lain, termasuk Qatar Airways, juga dilaporkan melakukan penyesuaian jadwal pada rute tertentu, termasuk Doha–Singapura.
Meski pembatalan penerbangan merugikan secara waktu dan biaya, langkah ini dinilai sebagai keputusan paling aman di tengah eskalasi konflik. Singapore Airlines menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan menyesuaikan operasional penerbangan sesuai kondisi di lapangan. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































