TIMETODAY.ID, BOGOR – Konflik bersenjata yang kian memanas di kawasan Timur Tengah mulai menghantam jadwal perjalanan ibadah umroh warga Kota Bogor. Sebanyak 72 jemaah yang semula dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada akhir Maret 2026 kini harus menunggu kepastian, seiring meningkatnya eskalasi perang yang mengancam keamanan jalur penerbangan internasional di kawasan tersebut.
Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bogor memastikan hingga Selasa (3/3/2026) belum ada keputusan resmi pembatalan total. Namun, penundaan keberangkatan dinilai sebagai skenario paling mungkin terjadi mengingat situasi geopolitik yang terus memburuk.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Kota Bogor, Indra Karmawan, menyebutkan ke-72 jemaah tersebut terbagi dalam dua jadwal keberangkatan, yakni 28 dan 31 Maret 2026.
“Belum ada yang gagal berangkat, cuma ada jadwal berangkat di tanggal 28 dan 31 Maret mendatang. Namun, sepertinya bakal ditunda,” ujar Indra, dikutip dari metrobogor.com, Selasa (3/3/2026).
Penundaan, kata Indra, umumnya menjadi langkah yang diambil maskapai maupun penyelenggara perjalanan ibadah umroh demi menjamin keselamatan jemaah, mengingat jalur udara internasional kerap terganggu saat ketegangan antarnegara memuncak di kawasan tersebut.
Kemenag Kota Bogor menyatakan terus memantau perkembangan regulasi penerbangan dan kondisi keamanan di Timur Tengah.
“Kami akan terus memantau perkembangan di lapangan agar hak-hak jemaah tetap terpenuhi, meskipun harus ada penyesuaian jadwal,” kata Indra.
Pihaknya juga mengimbau jemaah untuk tetap tenang dan menjalin komunikasi intensif dengan penyelenggara perjalanan masing-masing.





































