Chelsea ‘Akrab’ dengan Kartu Merah, Pedro Neto Jadi Korban Terbaru di Emirates

chelsea
Chelsea makin ‘akrab’ dengan kartu merah musim ini. (Getty Images)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Chelsea tampaknya belum bisa lepas dari bayang-bayang kartu merah di Premier League musim 2025/2026. Dalam Derby London kontra Arsenal, Senin (2/3/2026) dini hari WIB, The Blues kembali harus mengakhiri laga dengan 10 pemain.

Bertandang ke Emirates Stadium, pasukan Liam Rosenior menyerah 1-2. Namun bukan hanya hasil akhir yang menyisakan kecewa, kartu merah Pedro Neto pada menit ke-70 menjadi sorotan utama.

Winger asal Portugal itu menerima kartu kuning kedua usai melanggar keras Gabriel Martinelli. Wasit tanpa ragu mengusirnya dari lapangan. Situasi tersebut membuat Chelsea kesulitan mengejar ketertinggalan di sisa waktu pertandingan.

Advertisement

Ini menjadi kartu merah kedua secara beruntun bagi Chelsea. Pekan sebelumnya, Wesley Fofana juga diusir saat The Blues ditahan 1-1 oleh Burnley di Stamford Bridge. Sebuah sinyal bahwa persoalan disiplin belum benar-benar tuntas.

Baca Juga :  Air Mata di Incheon: Perpisahan Megawati dan Pelatih Red Sparks yang Menggetarkan Hati

Secara keseluruhan, sudah tujuh pemain Chelsea yang mendapat kartu merah di Liga Inggris musim ini: Robert Sanchez, Trevoh Chalobah, Malo Gusto, Moises Caicedo, Marc Cucurella, Wesley Fofana, dan Pedro Neto. Jumlah tersebut menjadikan Chelsea sebagai tim dengan kartu merah terbanyak musim ini.

Mereka bahkan hanya terpaut satu kartu merah untuk menyamai rekor terbanyak dalam semusim yang pernah dicatatkan Sunderland (2009/2010) dan Leicester City (1994/1995), yang masing-masing mengoleksi delapan kartu merah.

Baca Juga :  Bupati Bogor Apresiasi Petugas Lapangan, Berikan Bingkisan sebagai Bentuk Kepedulian

Rosenior pun angkat bicara. Ia mengakui masalah disiplin kembali menghantui timnya setelah sempat membaik.

“Saya menghormati manajer sebelumnya, Enzo Maresca. Saya tidak berbicara tentang apa yang terjadi sebelumnya, tetapi hal itu mulai terjadi pada saya,” ujarnya.

“Itu adalah sesuatu yang saya kira sudah kami atasi. Kami sempat menjalani 10 pertandingan tanpa kartu merah. Sekarang dua dalam dua pertandingan dan itu adalah masalah yang perlu kami selesaikan.”

Chelsea kini bukan hanya dituntut memperbaiki performa, tetapi juga menjaga emosi. Jika tidak, rekor buruk bisa benar-benar menjadi milik mereka. (MG7)

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel