TIMETODAY.ID, JAKARTA — Tidak semua hubungan dekat harus berujung pada label pacaran. Dalam dinamika relasi modern, muncul bentuk kedekatan yang terasa sangat intim secara emosional, tetapi tidak dikategorikan sebagai hubungan romantis. Konsep ini dikenal dengan istilah Queerplatonic relationship.
Istilah tersebut menggambarkan hubungan yang berada di antara persahabatan dan pasangan. Melansir Verywell Mind, queerplatonic merupakan relasi dengan kedekatan emosional yang lebih dalam dibanding pertemanan biasa, namun tidak dibangun atas dasar romansa atau ketertarikan romantik.
Terapis berlisensi Madison McCullough menjelaskan bahwa hubungan queerplatonic umumnya memiliki tingkat keintiman emosional yang tinggi. Kedekatan tersebut tercermin dari komunikasi yang terbuka dan rutin, kebiasaan menghabiskan waktu bersama, saling menjadi tempat berbagi cerita utama, hingga munculnya perasaan seperti keluarga sendiri.
Hubungan semacam ini dapat terbentuk secara alami karena kedekatan yang terbangun dari waktu ke waktu. Namun, ada pula individu yang sejak awal sepakat menjalani hubungan emosional yang dekat tanpa menjadikannya sebagai hubungan pacaran.
Bagi sebagian orang, queerplatonic relationship menawarkan ruang aman untuk memenuhi kebutuhan emosional tanpa tekanan relasi romantis. Kedua pihak dapat berbagi dukungan emosional sekaligus merasa dipahami tanpa harus mengikuti norma hubungan cinta konvensional.
Selain itu, hubungan ini cenderung lebih fleksibel karena tidak terikat aturan romantis yang kaku. Bentuk komitmen, batasan, hingga cara menjaga kedekatan biasanya ditentukan bersama sesuai kenyamanan masing-masing individu. Dalam beberapa kasus, seseorang tetap dapat menjalani hubungan romantis lain selama semua pihak memahami batas hubungan yang dijalani.
Meski terdengar ideal, queerplatonic relationship juga memiliki tantangan. Kedekatan emosional yang kuat terkadang membuat batas hubungan menjadi tidak jelas. Seiring waktu, salah satu pihak bisa saja menginginkan bentuk hubungan yang berbeda. Perubahan situasi hidup, seperti hadirnya pasangan baru atau meningkatnya kesibukan, juga dapat memengaruhi intensitas relasi.
Karena itu, komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga hubungan queerplatonic tetap sehat. Penting bagi kedua pihak untuk membicarakan makna hubungan bagi masing-masing, harapan serta batasan yang disepakati, hingga komitmen waktu yang ingin diberikan.
Sebagian orang bahkan membangun rutinitas khusus—seperti jadwal menelepon secara berkala atau agenda kebersamaan tertentu—agar hubungan tetap terasa istimewa. Ketika muncul perubahan perasaan atau kebutuhan, keterbukaan komunikasi dinilai penting untuk mencegah kesalahpahaman dan menjaga kualitas kedekatan yang telah terbangun.
Fenomena queerplatonic relationship menunjukkan bahwa definisi hubungan manusia kini semakin beragam, seiring perubahan cara generasi modern memahami kedekatan emosional dan makna koneksi antarindividu.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































