Indonesia Gandeng Arm Limited, 15.000 Engineer Disiapkan Kuasai Teknologi Chip

Indonesia
Presiden Prabowo Subianto mendorong pengembangan 15.000 insinyur Indonesia di bidang desain chip melalui kerja sama pelatihan teknologi dengan Inggris. Foto: Sekretariat Presiden

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Di tengah kompetisi global yang semakin bertumpu pada teknologi tinggi, pemerintah Indonesia mulai mengarahkan langkah besar menuju kedaulatan digital. Presiden Prabowo Subianto menargetkan lahirnya 15.000 insinyur nasional yang menguasai desain chip semikonduktor, sebuah bidang strategis yang selama ini dikuasai negara-negara maju.

Target tersebut bukan sekadar angka. Ia menjadi bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun fondasi industri teknologi nasional, dimulai dari sektor paling hulu dalam rantai produksi semikonduktor: desain chip.

Langkah konkret terlihat ketika Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia menandatangani kerja sama strategis dengan perusahaan semikonduktor asal Inggris, Arm Limited, pada Senin (23/2/2026).

Advertisement

Kesepakatan tersebut disaksikan langsung Presiden Prabowo dalam rangkaian kunjungan kerja luar negeri.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa kerja sama ini difokuskan pada percepatan penguasaan teknologi desain chip, sektor yang menjadi fondasi berbagai inovasi modern mulai dari kendaraan listrik hingga kecerdasan buatan.

Baca Juga :  Bunga Lawang Bisa Jadi Herbal Alami, Ini 8 Manfaatnya untuk Kesehatan

“Dengan kerja sama ini diharapkan Indonesia bisa melakukan pelatihan terhadap 15.000 engineers kita di dalam ekosistem Arm, agar mereka bisa menguasai teknologi chip design, dan rencana kerja samanya dilanjutkan kepada generasi selanjutnya dari semikonduktor atau chip, sehingga Indonesia mempunyai kemampuan di bidang semikonduktor dan desain,” ujar Airlangga.

Arm sendiri dikenal sebagai pemain kunci industri global. Perusahaan ini menguasai sekitar 96 persen desain chip untuk sektor otomotif dunia serta hampir 94 persen desain chip pusat data dan teknologi artificial intelligence.

Posisi tersebut membuat penguasaan desain chip menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk keluar dari ketergantungan teknologi impor.

Program pelatihan yang disiapkan pemerintah akan dilakukan melalui dua jalur sekaligus: pengiriman tenaga ahli Indonesia ke luar negeri dan menghadirkan pelatih Arm langsung ke Tanah Air dengan modul pelatihan khusus.

Baca Juga :  Layanan MRT Jakarta Sempat Alami Gangguan, Penumpang Dievakuasi Lewat Jalur Layang

Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi sekaligus membangun ekosistem inovasi domestik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menilai kolaborasi tersebut akan memberikan efek berganda bagi pengembangan industri nasional.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang sampaikan Pak Menko ada 15.000 engineer kita yang akan di-train, dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke sini ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Di balik kerja sama ini tersimpan ambisi besar: menjadikan Indonesia bukan sekadar pasar teknologi, melainkan pencipta teknologi.

Dengan penguasaan intellectual property di bidang semikonduktor, pemerintah berharap lahir generasi insinyur yang mampu merancang chip nasional—komponen kecil yang menjadi jantung hampir seluruh perangkat digital modern.***

Editor : Syafira

Sumber : iNews.id

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel