TIMETODAY.ID, JAKARTA — Belanja produk perawatan rambut ternyata tidak bisa asal pilih. Selain jenis rambut lurus atau keriting, ada satu faktor penting yang sering diabaikan, yakni porositas rambut.
Porositas rambut menentukan seberapa baik rambut menyerap dan mempertahankan kelembapan. Inilah alasan mengapa produk mahal sekalipun kadang terasa “tidak bekerja” di rambut tertentu.
Apa Itu Porositas Rambut?
Porositas rambut berkaitan dengan kondisi kutikula rambut, yaitu lapisan pelindung terluar yang strukturnya menyerupai susunan genteng rumah.
Lapisan ini berfungsi mengatur keluar-masuknya air, nutrisi, serta produk perawatan rambut.
Secara umum, porositas rambut terbagi menjadi dua jenis utama:
- Low porosity hair (porositas rendah)
- High porosity hair (porositas tinggi)
Low Porosity Hair: Susah Menyerap, Tapi Tahan Lembap
Rambut dengan porositas rendah memiliki kutikula yang sangat rapat. Akibatnya, air dan produk perawatan sulit masuk ke batang rambut.
Namun ada kabar baiknya:
sekali rambut terhidrasi, kelembapannya bisa bertahan lebih lama.
Ciri-ciri low porosity hair
- Produk rambut terasa hanya menempel di permukaan
- Air sulit meresap saat keramas
- Rambut lama kering secara alami
- Mudah mengalami penumpukan produk
Jenis rambut ini umumnya dipengaruhi faktor genetik atau keturunan.
Tips perawatan
- Gunakan kondisioner ringan dan bebas protein
- Encerkan kondisioner sebelum digunakan
- Pilih bahan seperti gliserin atau madu
- Hindari produk berbasis minyak berat
High Porosity Hair: Mudah Menyerap, Tapi Cepat Kering
Berbeda dengan porositas rendah, rambut porositas tinggi memiliki kutikula yang lebih terbuka atau renggang.
Air dan nutrisi memang cepat terserap, tetapi kelembapan juga mudah hilang.
Akibatnya rambut sering terasa:
- cepat kering
- kusut
- rapuh
- mudah patah
Kondisi ini biasanya muncul akibat kerusakan kumulatif, seperti:
- penggunaan alat styling panas
- bleaching atau pewarnaan
- paparan matahari berlebih
Tips perawatan
- Gunakan produk pelembap intensif
- Pakai leave-in conditioner
- Tambahkan hair oil untuk mengunci kelembapan
- Selalu gunakan heat protector sebelum styling
Cara Mudah Mengetahui Porositas Rambut
Kamu bisa melakukan tes sederhana di rumah:
- Keramas hingga rambut bersih dari sisa produk.
- Ambil satu helai rambut kering.
- Masukkan ke dalam segelas air.
Hasilnya:
- Mengapung → cenderung low porosity
- Langsung tenggelam → cenderung high porosity
Kenapa Penting Mengetahui Porositas Rambut?
Banyak orang merasa produk rambut tidak cocok, padahal masalahnya bukan pada produknya, melainkan pada kebutuhan rambut yang berbeda.
Mengetahui porositas rambut membantu kamu:
- memilih produk yang tepat
- mengurangi kerusakan rambut
- menjaga kelembapan lebih optimal
Karena pada akhirnya, perawatan rambut terbaik bukan yang paling mahal—melainkan yang paling sesuai dengan kondisi rambutmu.***
Editor : Syafira
Sumber : CNNIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































