Usai Menuai Polemik, Penerima Beasiswa LPDP Minta Maaf atas Pernyataan Kontroversial

beasiswa
Logo LPDP. Foto: Dok. Laman Lembaga Pengelola Dana Pendidikan

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Polemik pernyataan “cukup saya WNI, anak jangan” yang viral di media sosial akhirnya direspons langsung oleh penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berinisial DS. Melalui akun Instagram pribadinya, DS menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf terbuka kepada publik.

Pemilik akun @sasetyaningtyas mengunggah pernyataan tersebut pada Jumat (20/2/2026). Ia mengakui kalimat yang disampaikannya sebelumnya lahir dari rasa kecewa dan kelelahan pribadi, namun menyadari bahwa penyampaiannya keliru.

“Saya menyadari sepenuhnya bahwa kalimat tersebut kurang tepat dan dapat dimaknai sebagai bentuk perendahan terhadap identitas sebagai Warga Negara Indonesia. Untuk itu, saya mengakui kesalahan saya dalam pemilihan kata dan menyampaikannya di ruang publik,” tulisnya.

Advertisement

Ia juga menegaskan bahwa dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab pribadinya, terlepas dari latar belakang emosional yang melatarinya.

“Apa pun latar belakang emosi yang melatarinya, dampak dari pernyataan tersebut tetap menjadi tanggung jawab saya sepenuhnya. Melalui pernyataan ini, saya ingin menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersakiti serta atas kegaduhan yang terjadi,” lanjutnya.

Baca Juga :  PSDKP Gagalkan Penyelundupan Ribuan Telur Penyu ke Sarawak

Dalam pernyataan lengkapnya, DS menjelaskan bahwa unggahan kontroversial tersebut muncul akibat rasa frustrasi sebagai warga negara. Meski demikian, ia mengakui bahwa kekecewaan tidak seharusnya disampaikan dengan cara yang berpotensi melukai banyak pihak, terlebih menyangkut identitas kebangsaan.

Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kritik publik yang disebutnya sebagai pembelajaran untuk berkomunikasi lebih bijak di ruang publik.

“Saya mencintai Indonesia, dengan segala harapan dan tantangannya, dan semoga saya tetap bisa terus berkontribusi untuk Indonesia hari ini dan di masa depan,” tulisnya, seraya berharap momentum Ramadan menjadi waktu refleksi bersama.

Respons LPDP

Di sisi lain, pihak LPDP menyatakan penyesalan atas polemik yang muncul. Lembaga tersebut menilai tindakan DS tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang selama ini ditanamkan kepada para penerima beasiswa.

Baca Juga :  Kesempatan Kuliah Gratis di Malaysia, Beasiswa MTCP 2026/2027 Resmi Dibuka

“LPDP menyayangkan terjadinya polemik di media sosial yang dipicu oleh tindakan salah satu alumni, Saudari DS. Tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai integritas, etika, dan profesionalisme yang ditanamkan LPDP kepada seluruh penerima beasiswa,” tulis LPDP dalam keterangan resminya.

LPDP juga menjelaskan bahwa DS telah menyelesaikan studi magister pada 31 Agustus 2017 serta menuntaskan kewajiban masa pengabdian sesuai ketentuan, sehingga saat ini tidak lagi memiliki perikatan hukum dengan lembaga tersebut.

Meski demikian, LPDP menyatakan tetap akan melakukan komunikasi sebagai pengingat bahwa penerima beasiswa memiliki tanggung jawab moral dan kebangsaan, termasuk dalam penggunaan media sosial.

Polemik ini sebelumnya mencuat setelah unggahan DS ramai diperbincangkan warganet dan memicu kritik luas di ruang publik.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel