TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Korea Utara merampungkan pembangunan kawasan permukiman baru di Pyongyang yang diperuntukkan bagi keluarga tentara yang gugur dalam operasi militer bersama Rusia di Ukraina. Peresmian distrik tersebut dilakukan langsung oleh pemimpin negara itu, Kim Jong Un, yang hadir bersama putrinya, Kim Ju Ae.
Laporan NBC News pada Rabu (18/2/2026) menyebut media pemerintah Korea Utara menayangkan momen Kim berjalan menyusuri kawasan baru bernama Jalan Saeppyol.
Dalam tayangan itu, Kim terlihat mengunjungi sejumlah rumah keluarga tentara yang ditinggalkan, ditemani sang putri. Ia menegaskan komitmen negara untuk menghargai pengorbanan para prajurit yang tewas dalam tugas negara.
Dalam pidatonya, Kim menyebut distrik baru tersebut melambangkan “semangat dan pengorbanan” para prajurit yang gugur, seraya menambahkan bahwa rumah-rumah itu dibangun untuk memungkinkan keluarga yang berduka “berbangga dengan putra dan suami mereka dan hidup bahagia.”
Kim juga menuturkan bahwa dirinya mendorong percepatan pembangunan kawasan tersebut. Ia berharap penyelesaian proyek itu dapat memberikan ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan. Ia mengatakan proyek itu diselesaikan “bahkan satu hari lebih awal” dengan harapan dapat menghadirkan “sedikit penghiburan” bagi keluarga para prajurit.
Langkah pembangunan kawasan hunian ini terjadi di tengah keterlibatan militer Korea Utara dalam konflik antara Rusia dan Ukraina. Dalam beberapa bulan terakhir, Pyongyang dilaporkan memberikan dukungan militer berupa pengiriman ribuan personel serta perlengkapan tempur, termasuk artileri dan rudal, guna membantu operasi militer Presiden Rusia, Vladimir Putin.
Sementara itu, Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) mengungkapkan kepada parlemen bahwa sekitar 6.000 personel Korea Utara diperkirakan tewas atau mengalami luka selama keterlibatan dalam konflik tersebut.
Meski demikian, lembaga itu tidak merinci jumlah korban jiwa secara pasti. Pada laporan sebelumnya, NIS memperkirakan sekitar 600 prajurit telah meninggal dunia.
NIS juga menilai keterlibatan tersebut memberi pengalaman tempur modern bagi militer Korea Utara, sekaligus membuka peluang dukungan teknologi militer dari Rusia yang berpotensi meningkatkan kemampuan sistem persenjataan mereka.
Di sisi lain, pembangunan distrik baru ini berlangsung saat Korea Utara bersiap menggelar kongres besar partai penguasa pada akhir bulan. Forum tersebut diperkirakan menjadi panggung bagi Kim untuk memaparkan arah kebijakan strategis lima tahun ke depan, termasuk langkah-langkah konsolidasi kekuasaan.
Sejumlah legislator Korea Selatan menilai kemunculan Kim Ju Ae dalam berbagai agenda kenegaraan menunjukkan sinyal penguatan posisinya sebagai calon penerus kepemimpinan. NIS disebut akan memantau apakah Ju Ae turut hadir dalam kongres partai mendatang, termasuk kemungkinan pemberian gelar resmi kepadanya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































