TIMETODAY.ID, JAKARTA — Penuaan kulit merupakan proses alami yang tak bisa dihindari seiring bertambahnya usia. Namun, banyak orang masih menganggap paparan sinar matahari sebagai satu-satunya penyebab utama kulit tampak menua. Padahal, para ahli menegaskan bahwa ada sejumlah faktor lain yang justru bekerja secara diam-diam mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan.
Menurut Dr. Mona Gohara, profesor klinis madya dermatologi di Yale School of Medicine, penuaan kulit tidak hanya dipicu oleh faktor eksternal seperti sinar UV. Ia menjelaskan bahwa penyebab terbesar penuaan justru berasal dari proses biologis yang terjadi secara alami di dalam tubuh.
Hal tersebut ia sampaikan dalam wawancara yang dikutip dari Real Simple. Gohara menyebut, penuaan intrinsik dipengaruhi oleh berbagai faktor internal yang bekerja perlahan tanpa disadari.
Genetika Menentukan “Cetak Biru” Kulit
Genetik menjadi salah satu faktor utama yang menentukan bagaimana kulit menua. Seiring waktu, sel kulit kehilangan kemampuan regenerasinya secara optimal. Produksi kolagen pun menurun, sementara sistem perbaikan alami kulit menjadi semakin lambat.
Proses ini berlangsung secara bertahap dan sering kali tidak terlihat secara langsung. Namun, perubahan tersebut sebenarnya sudah berjalan sejak seseorang lahir, mengikuti pola genetik yang dimiliki.
Stres Bisa Mempercepat Kerusakan Kulit
Selain genetika, stres juga memiliki peran besar dalam mempercepat penuaan kulit. Gohara mengibaratkan stres seperti aplikasi yang terus berjalan di latar belakang dan menguras energi tubuh.
Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, tubuh memproduksi hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Kondisi ini dapat memicu peradangan, mengganggu kualitas tidur, serta merusak kolagen secara perlahan. Dampaknya mungkin tidak terasa langsung, tetapi lama-kelamaan kulit bisa terlihat lebih kusam dan kehilangan elastisitas.
Untuk mengurangi dampak stres, ia menyarankan melakukan aktivitas sederhana seperti latihan pernapasan, berjalan santai, peregangan ringan, hingga mendengarkan musik favorit.
Konsumsi Gula Berlebih Picu Kerusakan Kolagen
Faktor lain yang sering luput dari perhatian adalah pola makan, terutama konsumsi gula berlebihan. Menurut Joshua Zeichner, dokter kulit di Mount Sinai Hospital, kadar gula darah tinggi dapat memicu proses yang disebut glikasi.
Glikasi terjadi ketika molekul gula menempel pada kolagen sehingga membuat struktur protein tersebut menjadi kaku dan mudah rusak. Kondisi ini dapat memicu munculnya garis halus, kerutan, hingga kulit kendur. Selain itu, konsumsi gula berlebih juga kerap dikaitkan dengan munculnya jerawat.
Karena itu, menjaga pola makan seimbang dan membatasi makanan tinggi gula serta makanan olahan sangat disarankan untuk menjaga kesehatan kulit.
Merokok Percepat Penuaan Secara Signifikan
Ahli bedah kosmetik Gina Maccarone menegaskan bahwa merokok merupakan salah satu faktor terbesar yang mempercepat penuaan kulit setelah paparan sinar matahari.
Nikotin dalam rokok dapat menyempitkan pembuluh darah sehingga aliran oksigen dan nutrisi ke kulit menjadi terhambat. Akibatnya, proses penyembuhan kulit melambat dan kerusakan kolagen terjadi lebih cepat, yang berujung pada munculnya kerutan dini dan perubahan tekstur kulit.
Bagi perokok yang ingin berhenti, langkah kecil seperti mengganti kebiasaan merokok dengan berjalan kaki singkat atau mengunyah permen karet dapat menjadi awal yang baik.***
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































