Pemerintah Perluas Layanan, Target Kesembuhan Kanker Anak Dikejar Hingga 2029

kanker anak
ilustrasi pita kanker. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Upaya pemerintah meningkatkan angka kesembuhan kanker anak di Indonesia terus berjalan sejak diluncurkannya Rencana Aksi Nasional (RAN) Kanker Anak 2025–2029 oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada 2024.

Program ini dirancang sebagai langkah strategis untuk menekan tingginya kasus kanker anak sekaligus meningkatkan tingkat kesembuhan yang selama ini masih relatif rendah.

Melalui RAN tersebut, pemerintah menargetkan angka kesembuhan kanker anak meningkat dari sekitar 24 persen menjadi lebih dari 50 persen.

Advertisement

Memasuki tahun 2026, target tersebut masih dinilai sebagai proses jangka panjang yang membutuhkan penguatan sistem layanan kesehatan secara bertahap.

Direktur Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI Siti Nadia Tarmizi menegaskan bahwa pencapaian target kesembuhan lebih dari 50 persen dirancang untuk diraih secara bertahap hingga 2029. Ia menilai penguatan layanan kesehatan menjadi langkah utama yang saat ini difokuskan pemerintah.

“Saat ini impact kesembuhan 50 persen baru dapat dicapai di 2029 dan ini bisa didapatkan secara bertahap. Yang kita lakukan saat ini memperkuat dulu dari sisi layanan seperti adanya centre of excellence merata di seluruh bagi Indonesia,” ujar Nadia.

Ia menambahkan, pemerintah akan terus menjalankan berbagai strategi yang telah dirumuskan dalam RAN, termasuk mempercepat implementasi program bila memungkinkan.

Tantangan utama dalam penanganan kanker anak, menurut Nadia, masih berkaitan dengan deteksi dini dan ketersediaan obat.

“Cara mempercepat dengan melaksanakan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan, karena dalam RAN sudah diidentifikasi upaya-upaya yang dilakukan, termasuk percepatan bila memungkinkan. Karena kanker anak ada beberapa hal yang masih menjadi tantangan misalnya untuk diagnostik dini dan juga dari sisi obat obatan yang masih terbatas,” tambah Nadia.

Baca Juga :  Bosan Makan Jeruk? 7 Buah Ini Bisa Bantu Penuhi Vitamin C-mu

Target peningkatan angka kesembuhan kanker anak di Indonesia juga sejalan dengan sasaran global yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia. Ketua Unit Kerja Koordinasi Hemato Onkologi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia Eddy Supriyadi menjelaskan bahwa WHO menargetkan enam jenis kanker anak prioritas memiliki angka kesembuhan di atas 60 persen.

Enam jenis kanker tersebut meliputi leukemia, limfoma burkitt, limfoma hodgkins, retinoblastoma, tumor wilms, dan glioma derajat rendah.

Namun, Indonesia menetapkan target 50 persen sebagai tahap realistis karena angka kesembuhan saat ini masih berada di kisaran 24 hingga 25 persen.

“Jadi di akhir 2030 mungkin kita targetkan bahwa kesembuhan 6 kanker prioritas tadi itu di atas 50 persen, yang mana ya untuk kanker tertentu iya, tapi untuk kanker yang lain kita sepertinya tidak,” ujar dr Eddy.

Menurutnya, pencapaian target tersebut tidak hanya bergantung pada ketersediaan obat dan tenaga medis, tetapi juga dukungan psikologis, pemerataan fasilitas, hingga sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Pandangan berbeda datang dari Ketua Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia Ira Soelistyo. Ia menilai target tersebut masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam koordinasi lintas sektor.

“Kami sering miris menghadapi hal-hal yang seharusnya tidak terjadi yang lebih mementingkan ego sektoral atau pribadi daripada pasien,” ujar Ira.

Meski demikian, ia menilai peluncuran RAN menjadi langkah penting dalam sejarah penanganan kanker anak di Indonesia. Ia juga mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap isu tersebut.

“Kita sangat-sangat bergandengan tangan dengan Kemenkes, terutama bapak Budi Gunadi Sadikin (Menteri Kesehatan), beliau concern sekali. Berkat bantuan beliau, lumayan cepat perkembangan dari kanker anak, dengan diluncurkannya RAN (Rencana Aksi Nasional) yang juga termasuk kanker anak, yang dulu-dulu kanker anak tidak pernah diperhitungkan,” ujar Ira.

Baca Juga :  KLB Campak di Sumenep, Kemenkes Imbau Pasien Diisolasi di Rumah

Di sisi lain, kemajuan teknologi pengobatan kanker anak juga terus dikembangkan di berbagai rumah sakit rujukan nasional. Salah satunya di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, yang mengembangkan metode terapi baru untuk kanker mata retinoblastoma.

Dokter spesialis mata RSCM, Rita Sita Sitorus menjelaskan bahwa kini tersedia metode injeksi intra arterial dan intravitreal kemoterapi yang memberikan peluang pasien mempertahankan penglihatan.

“Keunggulannya dokter bisa mempertahankan bola matanya, sehingga penglihatan terjaga. Kualitas hidup pasien jadi bisa dipertahankan,” ujar Prof Rita.

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan pemerintah tetap optimistis target RAN kanker anak dapat tercapai pada 2029.

Ia menegaskan penanganan kanker harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk memastikan seluruh biaya pengobatan pasien anak ditanggung BPJS Kesehatan.

“Nah, itu kita harapkan nanti kanker-kanker anak, kanker-kanker dewasa tidak hanya diatasi di Jakarta, tetapi di seluruh kabupaten atau kota di Indonesia, rumah sakit umum daerahnya bisa menangani kasus-kasus kanker. Jadi optimis sekali (target RAN kanker anak tercapai),” kata Wamenkes.

Dengan berbagai strategi yang tengah dijalankan, target peningkatan angka kesembuhan kanker anak di Indonesia kini berada di persimpangan antara optimisme dan tantangan.

Keberhasilan program tersebut sangat bergantung pada konsistensi implementasi kebijakan, kolaborasi lintas sektor, serta pemerataan akses layanan kesehatan di seluruh wilayah Indonesia.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel