TIMETODAY.ID, JAKARTA — Noda hitam di wajah memang sering bikin kesal karena membutuhkan waktu lama untuk memudar. Menurut dokter kulit bersertifikasi, Mamina Turegano, hiperpigmentasi umumnya membutuhkan waktu setidaknya satu bulan untuk mulai memudar, bahkan bisa mencapai tiga bulan tergantung kondisi kulit dan perawatannya.
Meski skincare dapat membantu menyamarkan noda hitam, hasilnya tidak akan maksimal jika penggunaannya kurang tepat. Dalam beberapa kasus, kebiasaan perawatan kulit yang salah justru membuat hiperpigmentasi semakin sulit hilang.
Berikut sejumlah kesalahan skincare yang sering tanpa sadar memperparah noda hitam di wajah.
Terlalu banyak layering skincare pencerah
Banyak orang memakai berbagai produk pencerah sekaligus demi mendapatkan hasil cepat. Padahal, kombinasi bahan aktif tertentu justru berisiko memicu iritasi.
Vitamin C, retinol, dan eksfolian memang dikenal efektif membantu mencerahkan kulit. Namun penggunaan bersamaan dalam satu waktu bisa membuat kulit meradang dan memperparah hiperpigmentasi.
Dr. Turegano menyarankan penggunaan bahan aktif secara bergantian, misalnya vitamin C di pagi hari dan retinol pada malam tertentu, agar kulit tetap terjaga.
Fokus menghilangkan bekas jerawat, tapi jerawat aktif dibiarkan
Salah satu penyebab utama noda hitam adalah jerawat meradang. Banyak orang sibuk memakai produk pencerah, tetapi tidak mengatasi sumber masalahnya.
Saat jerawat masih aktif, peradangan pada kulit akan terus memicu munculnya noda baru. Akibatnya, bekas jerawat lama belum hilang, sementara noda baru terus muncul.
Untuk mengatasinya, dokter kulit biasanya merekomendasikan bahan seperti retinol, niacinamide, glycolic acid, atau lactic acid yang membantu mengontrol jerawat sekaligus memperbaiki tekstur kulit.
Mengabaikan sunscreen
Pemakaian sunscreen masih sering dianggap sepele, padahal ini merupakan langkah paling penting dalam mengatasi hiperpigmentasi.
Menurut Brendan Camp, paparan sinar UV dapat memicu produksi melanin berlebih yang membuat noda hitam semakin jelas.
Karena itu, gunakan sunscreen minimal SPF 30 setiap hari dan aplikasikan ulang setiap dua jam, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Terlalu sering terkena panas
Tak hanya sinar matahari, sumber panas lain seperti sauna atau mandi air panas terlalu lama juga bisa memperparah kondisi kulit.
Panas berlebih meningkatkan aliran darah dan memicu peradangan, sehingga noda hitam tampak semakin gelap. Bukan berarti harus menghindari mandi air hangat sepenuhnya, tetapi sebaiknya batasi durasinya.
Eksfoliasi berlebihan
Eksfoliasi memang membantu mengangkat sel kulit mati dan meratakan warna kulit. Namun jika dilakukan terlalu sering atau memakai scrub yang terlalu kasar, kulit justru bisa iritasi.
Skin barrier yang rusak akibat eksfoliasi berlebihan dapat membuat kulit lebih sensitif dan memperparah hiperpigmentasi.
Idealnya, eksfoliasi dilakukan bertahap sekitar satu hingga dua kali seminggu, tergantung kondisi kulit masing-masing.
Salah membedakan PIH dan PIE
Tidak semua bekas jerawat adalah noda hitam biasa. Ada kondisi yang disebut Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH) dan Post-Inflammatory Erythema (PIE).
PIH biasanya berwarna cokelat atau keabu-abuan akibat perubahan pigmen kulit. Sedangkan PIE cenderung kemerahan atau ungu karena kerusakan pembuluh darah di bawah kulit.
Penanganannya pun berbeda. PIH umumnya membutuhkan bahan pencerah seperti kojic acid atau tranexamic acid, sementara PIE lebih cocok ditangani dengan bahan antiinflamasi seperti niacinamide, azelaic acid, dan centella asiatica.
Merawat noda hitam memang membutuhkan kesabaran dan konsistensi. Alih-alih memakai banyak produk sekaligus, fokuslah pada rutinitas skincare yang sederhana, lembut, dan sesuai dengan kebutuhan kulit agar hasilnya lebih optimal.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel







































