Trump Sebut Iran Butuh Kesepakatan Nuklir, AS Tingkatkan Tekanan

Trump
donald trump. Foto: Al Drago / Bloomberg via Getty Images file

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan tegas terkait hubungan negaranya dengan Iran, khususnya mengenai isu pengembangan nuklir. Dalam dinamika geopolitik yang terus memanas, Trump menyebut Iran diyakini tengah membuka peluang menuju kesepakatan nuklir baru dengan Washington.

Dalam sebuah wawancara bersama Larry Kudlow dari Fox Business, Trump menyinggung langkah militer dan diplomatik yang sedang berlangsung. Ia menyebut Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan armada militernya ke kawasan yang berdekatan dengan Iran, sekaligus menilai Teheran berada dalam posisi yang membutuhkan kompromi.

“Seperti yang Anda ketahui, kita memiliki armada besar saat ini yang menuju ke Iran. Kita akan lihat apa yang terjadi. Saya pikir mereka ingin membuat kesepakatan. Saya pikir mereka akan bodoh jika tidak melakukannya,” kata Trump kepada Larry Kudlow dari Fox Business dalam sebuah wawancara sebagaimana dilansir CNN, Rabu (11/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Usai Sengketa Publik, Trump dan Mamdani Janji Bekerja Sama untuk Kota New York

Trump juga menegaskan bahwa Amerika Serikat sebelumnya telah berhasil menekan kemampuan pengembangan nuklir Iran. Menurutnya, Washington tidak akan ragu mengambil langkah serupa jika Iran tidak bersedia menyepakati perjanjian baru.

“Kita telah melumpuhkan kekuatan nuklir mereka terakhir kali, dan kita harus melihat apakah kita akan melumpuhkan lebih banyak lagi kali ini,” imbuh Trump.

Meski membuka peluang diplomasi, Trump menekankan bahwa kesepakatan yang diharapkan bukan sekadar perjanjian formal, melainkan harus mencakup pembatasan menyeluruh terhadap program militer Iran, termasuk pengembangan rudal.

“Tidak ada senjata nuklir, tidak ada rudal, tidak ada ini, tidak ada itu, semua hal berbeda yang Anda inginkan,” lanjut Trump.

Baca Juga :  Menteri ESDM Rampungkan Kajian Skema Baru Subsidi BBM, Implementasi Mulai 2025

Pernyataan tersebut muncul setelah adanya komunikasi diplomatik antara kedua negara. Pekan sebelumnya, Trump menyebut Amerika Serikat telah melakukan pembicaraan yang dinilainya berjalan positif dengan Iran. Pertemuan tersebut berlangsung secara tidak langsung melalui forum diskusi yang digelar di Oman, melibatkan perwakilan kedua negara.

Di tengah perkembangan tersebut, Trump juga dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Berdasarkan informasi dari sumber pemerintah Israel yang dikutip CNN, Netanyahu disebut berencana menyampaikan data intelijen terbaru terkait perkembangan kemampuan militer Iran.

Situasi ini memperlihatkan bahwa isu nuklir Iran masih menjadi salah satu fokus utama dalam percaturan politik dan keamanan global, dengan berbagai negara terus memantau kemungkinan arah baru hubungan diplomatik antara Washington dan Teheran.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel