Raja Sapta Oktohari Terima Sabuk Hitam dan Pin Berlian dari Federasi Judo Internasional

terima
Ketua Umum KOI Raja Sapta Oktohari menerima penghargaan sabuk hitam dan pin berlian dari IJF. (Foto: detiksport.com)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, menerima penghargaan dari Federasi Judo Internasional (International Judo Federation/IJF). Okto dianugerahi sabuk hitam dan pin berlian sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam pengembangan olahraga judo di tingkat global.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara Judo Gala Paris Grand Slam 2026. Okto menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden IJF, Marius Vizer, atas anugerah yang diterimanya.

“Terima kasih Presiden (IJF) Marius (Vizer) atas anugerah ini. Bagi saya penghargaan ini terlalu besar. Penghargaan ini bukan hanya untuk saya, tetapi untuk negara saya, Indonesia,” ujar Okto berdasarkan keterangan pers.

Advertisement

Dalam dunia judo, sabuk hitam (black belt) merupakan simbol pencapaian tertinggi seorang praktisi. Sementara itu, pin berlian (diamond pin) diberikan kepada figur yang dianggap sebagai bagian dari keluarga besar IJF, dengan tingkat kepercayaan dan pengaruh tertinggi dalam mendukung perkembangan judo di tingkat internasional.

Baca Juga :  Kemenag Umumkan 1 Syawal 1446 H, Berikut Keputusan Resminya

Okto menilai penghargaan tersebut menjadi bukti bahwa diplomasi olahraga Indonesia mendapat pengakuan dunia. Ia menegaskan Indonesia tidak boleh hanya menjadi “jagoan di kandang sendiri”, melainkan harus aktif membangun komunikasi dan kerja sama yang konsisten di tingkat global.

Dalam beberapa tahun terakhir, KOI disebut aktif memperkuat relasi dengan berbagai federasi internasional, termasuk organisasi olahraga kawasan seperti Badan Olimpiade Asia (OCA) serta entitas regional lainnya.

Menurut Okto, jejaring internasional yang kuat tidak hanya membuka peluang kolaborasi, tetapi juga mendorong pertukaran pengetahuan, peningkatan standar tata kelola, transparansi, hingga pengembangan program pendidikan olahraga.

Baca Juga :  Peringati Hari Lansia dan HJB Ke-542, RSUD Leuwiliang Berikan Tips Rajin Minum Obat

“Kami ingin menunjukkan bahwa kelas Indonesia adalah kelas internasional. Diplomasi olahraga bukan sekadar hadir di forum dunia, tetapi membangun relasi yang konkret, menghasilkan kepercayaan, dan membuka peluang kerja sama jangka panjang,” kata Okto.

Presiden IJF, Marius Vizer, menilai Okto memiliki komitmen besar dalam memajukan judo, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia Tenggara dan Asia.

“Black Belt adalah salah satu pencapaian tertinggi dan simbol paling penting dalam judo. Ini diberikan kepada seseorang yang telah mendedikasikan dirinya untuk mendukung pengembangan judo dalam jangka panjang,” ujar Vizer. (MG7)

Editor : Davin

Sumber : detiksport.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel