Banjir dan Sampah Masih Jadi Persoalan di Desa Citeureup

Banjir
Kepala Desa Citeureup Gugun Wiguna menyampaikan aspirasi terkait persoalan banjir dan pengelolaan sampah saat agenda reses Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Kantor Kecamatan Citeureup, Selasa (10/2/2026). Foto : timetoday.id/Amelia Azizah.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Persoalan banjir dan pengelolaan sampah masih menjadi masalah utama di Desa Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Hal itu disampaikan Kepala Desa Citeureup, Gugun Wiguna, kepada Anggota DPRD Kabupaten Bogor dalam agenda reses masa sidang II tahun 2025–2026.

Gugun mengatakan, banjir masih kerap terjadi di sejumlah titik di wilayahnya, termasuk di sekitar Kantor Desa Citeureup. Menurut dia, kondisi tersebut dipicu belum optimalnya penanganan drainase di Jalan Mayor Oking dan Jalan Baru yang berbatasan langsung dengan Kelurahan Puspanegara.

“Nah mungkin penyakitnya ya, di Jalan Mayor Oking dan Jalan Baru, karena kita berseberangan dengan Kelurahan Puspanegara. Kadang yang diperbaikinya di jalur Puspanegara-nya, jadi di desa belum,” kata Gugun, Selasa (10/2/2026).

Advertisement
Baca Juga :  Gempa Bumi Guncang Bekasi, Terasa hingga Jakarta dan Bogor

Selain banjir, Gugun juga menyoroti persoalan pengelolaan sampah di kawasan Pasar Citeureup 2. Ia menyebut penumpukan sampah di area tersebut menimbulkan bau tidak sedap dan berdampak pada lingkungan sekitar.

“Nah mungkin kalau ada Pak Danramil dan anggotanya, mereka itu kena dampaknya, bau di sana. Makanya minta secepatnya untuk diakomodir,” ujarnya.

Gugun juga menyinggung pembangunan drainase di Jalan Sabi Lilah yang hingga kini belum rampung. Menurut dia, proyek tersebut tertunda sejak 2024 dan belum menunjukkan perkembangan berarti.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kabupaten Bogor Kawal Gerai KDKMP Pakansari agar Berdampak bagi UMKM

Selain itu, ia meminta perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi Sungai Kali Cibeber yang kerap meluap dan menyebabkan banjir di wilayah Citeureup, meskipun hulu sungai berada di Desa Nutug.

“Ini juga masalah banjir, dari hilir, sedangkan hulunya kan dari Desa Nutug. Tapi terkadang banjirnya sampai ke Citeureup,” kata Gugun.

Ia berharap berbagai persoalan tersebut dapat segera ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko banjir serta memperbaiki kualitas lingkungan di Desa Citeureup.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel