TIMETODAY.ID, BOGOR – Rencana ambisius Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menghadirkan 20 bus BTS (Buy The Service) rute Cibinong-Puncak tampaknya menghadapi jalan buntu.
Proyek yang seharusnya mulai beroperasi Februari 2025 ini malah terancam batal. Alasannya? Penataan halte alias “shalter” belum juga rampung!
Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) yang menggawangi proyek ini masih sibuk melakukan kajian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor. Padahal waktu terus berjalan, dan publik sudah menanti.
“Kita nggak mau gusur, maunya geser jadi lebih baik. Makanya, kita kaji dulu semuanya,” ujar Plt. Kepala BPTJ, Suharto, Selasa (21/1/2025) di Bogor
Masalahnya tidak hanya soal angkutan umum yang tumplek-blek di kawasan Puncak. Sampai sekarang, titik pemberhentian bus alias halte juga masih jadi misteri. Belum jelas di mana penumpang harus naik-turun.
“Posisi kita masih mengkaji lokasi-lokasi. Nanti kita tentukan yang terbaik,” tambahnya, seolah ingin menenangkan semua pihak.
Rute yang direncanakan, mulai dari Cibinong, Ciparigi, Warung Jambu, Ciawi, hingga Puncak, disebut-sebut bakal dirombak demi kualitas layanan. Tapi kenyataannya, jumlah angkutan umum di kawasan tersebut membuat semuanya jadi ribet.
Tapi tunggu, kabar buruknya belum selesai! Jika kajian molor, proyek ini bisa jadi dilempar ke institusi baru. Ya, nasib Bus BTS Cibinong-Puncak tampaknya akan diteruskan oleh “generasi penerus.”
“Insyallah ada yang melanjutkan. Nanti kolaborasi dengan Pemda Jabodetabek dan Ditjen Integrasi Transportasi,” ujar Suharto.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menyampikan, Pemkab Bogor masih memanfaatkan waktu yang ada untuk persiapan lebih matang.
“Dengan waktu lebih panjang, kita bisa lebih siap. Mudah-mudahan 2026 sudah selesai semuanya,” kata Ajat menutup wawancara. ***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau via whatsapp timetoday wa channel





































