TIMETODAY.ID, JAKARTA — Perkembangan layanan internet berbasis Fixed Wireless Access (FWA) di Indonesia terus menunjukkan tren pertumbuhan yang signifikan. Teknologi ini hadir sebagai jawaban atas tantangan pemerataan akses internet, khususnya di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik atau memiliki keterbatasan infrastruktur kabel.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah bersama operator telekomunikasi gencar mengembangkan ekosistem FWA sebagai strategi memperkecil kesenjangan digital antarwilayah. Teknologi ini memungkinkan masyarakat di daerah perkotaan hingga pelosok memperoleh akses broadband tanpa harus bergantung pada penarikan kabel jaringan konvensional.
Seiring optimalisasi penggunaan spektrum frekuensi, kualitas koneksi FWA kini semakin mendekati layanan broadband kabel. Hal ini menjadikannya relevan untuk mendukung berbagai kebutuhan digital, mulai dari aktivitas kerja jarak jauh, pembelajaran daring, perdagangan elektronik, hingga layanan multimedia.
Inovasi teknologi juga mendorong hadirnya generasi terbaru 5G-FWA yang menawarkan peningkatan kecepatan akses, latensi rendah, serta kapasitas jaringan yang lebih besar. Kehadiran teknologi ini memperkuat posisi FWA tidak sekadar sebagai alternatif jaringan tetap, melainkan sebagai bagian penting dalam percepatan transformasi digital nasional.
MyRepublic Kembangkan Layanan MyRepublic Air
Melihat potensi tersebut, MyRepublic Indonesia turut memperluas pengembangan layanan berbasis FWA melalui produk bernama MyRepublic Air. Layanan ini dirancang untuk menjangkau wilayah yang belum sepenuhnya dilayani jaringan Fiber to the Home (FTTH).
Melalui pemanfaatan koneksi radio sebagai penghubung last mile, teknologi FWA memungkinkan distribusi internet dilakukan lebih cepat tanpa perlu menarik kabel fiber optik langsung ke rumah pelanggan. Secara teknis, jaringan backbone operator dihubungkan ke perangkat pengguna melalui sinyal nirkabel, sehingga proses instalasi menjadi lebih efisien dan fleksibel.
MyRepublic Air diklaim menghadirkan kualitas koneksi berbasis True 5G-Fiber Quality dengan kecepatan hingga 100 Mbps serta sistem kuota tanpa batas. Layanan ini direncanakan menjangkau sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa, termasuk Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Nusa Tenggara.
Chief Sales and Marketing Officer MyRepublic Indonesia, Iman Syahrizal, menegaskan bahwa pengembangan layanan FWA merupakan bentuk adaptasi perusahaan terhadap kebutuhan konektivitas masyarakat yang terus berkembang.
“Berbeda dengan FTTH yang menggunakan kabel fiber hingga ke rumah pelanggan, layanan ini memanfaatkan teknologi Fixed Wireless Access sebagai solusi last mile dengan koneksi radio nirkabel. Melalui pendekatan ini, kami berupaya membuka akses internet yang lebih luas dan mempercepat pemerataan digital di berbagai wilayah,” ujar Iman Syahrizal.
Solusi Konektivitas yang Lebih Fleksibel
Selain mempercepat instalasi, teknologi FWA dinilai mampu mendukung aktivitas digital masyarakat secara lebih praktis. Aktivasi layanan yang relatif cepat menjadi keunggulan tersendiri, terutama untuk memenuhi kebutuhan internet yang terus meningkat di era transformasi digital.
Saat ini, MyRepublic Indonesia masih membuka tahap pra-registrasi untuk memetakan minat serta kebutuhan calon pengguna sebelum layanan diluncurkan secara komersial. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem konektivitas berbasis nirkabel di Indonesia.
Dengan terus berkembangnya teknologi dan dukungan infrastruktur, FWA diproyeksikan menjadi salah satu pilar penting dalam memperluas akses internet nasional, sekaligus membuka peluang pemerataan transformasi digital di berbagai daerah.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































