Batuk Tak Kunjung Sembuh? Waspadai Postnasal Drip atau UACS

postnasal drip
Batuk yang tak kunjung sembuh bisa jadi bukan sekadar flu biasa. Kenali gejala, penyebab, dan cara mengatasi postnasal drip agar kualitas hidup tetap terjaga. ilustrasi seseorang dengan postnasal drip (freepik.com/Lifestylememory)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Batuk yang berlangsung lama sering kali dianggap sepele. Padahal, kondisi ini bisa menjadi tanda sindrom batuk saluran napas atas atau upper airway cough syndrome (UACS), yang sebelumnya dikenal sebagai postnasal drip. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab paling umum dari batuk kronis, baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Postnasal drip terjadi ketika lendir dari hidung atau sinus mengalir ke bagian belakang tenggorokan. Akibatnya, penderitanya kerap merasakan tenggorokan tidak nyaman, ingin terus berdeham, hingga batuk yang sulit sembuh meski sudah minum obat biasa.

Mengenal Postnasal Drip Lebih Dekat

Postnasal drip mengacu pada kondisi menetesnya lendir dari hidung atau sinus ke tenggorokan. Gejala yang sering dirasakan antara lain hidung tersumbat, sensasi lendir di tenggorokan, serta dorongan untuk sering membersihkan tenggorokan.

Advertisement

Saat dilakukan pemeriksaan, dokter biasanya menemukan lendir di bagian belakang tenggorokan disertai tanda peradangan pada hidung dan tenggorokan. Kombinasi antara keluhan pasien dan pemeriksaan fisik menjadi dasar diagnosis awal.

1. Penyebab Postnasal Drip

Postnasal drip dapat dipicu oleh berbagai faktor. Penyebab yang paling umum adalah alergi, yang sering disebut sebagai postnasal drip alergi.

Baca Juga :  Pundak Pegal Terus? Begini Cara Sederhana Meredakannya

Selain itu, deviasi septum atau kondisi tulang rawan pembatas hidung yang bengkok juga dapat menghambat aliran lendir sehingga memicu penumpukan. Penyebab lainnya meliputi:

  • Pilek dan flu
  • Infeksi bakteri
  • Infeksi sinus (sinusitis)
  • Udara dingin, perubahan cuaca, dan udara kering
  • Paparan cahaya terang
  • Konsumsi makanan pedas
  • Kehamilan
  • Efek samping obat tertentu, seperti pil KB dan obat hipertensi
  • Faktor usia
  • Refluks asam lambung kronis (GERD)

2. Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala postnasal drip bisa bervariasi, namun umumnya meliputi:

  • Sensasi lendir mengalir ke tenggorokan
  • Sering menelan dan berdeham
  • Suara menjadi serak
  • Tenggorokan terasa sakit atau teriritasi
  • Perasaan ada benjolan di tenggorokan

Pada anak-anak, lendir kental atau berbau dari satu sisi hidung bisa menandakan adanya benda asing di dalam hidung. Jika kondisi ini muncul, anak sebaiknya segera dibawa ke dokter.

3. Cara Dokter Mendiagnosis Postnasal Drip

Untuk memastikan diagnosis, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala yang dirasakan pasien. Pemeriksaan fisik pada telinga, hidung, dan tenggorokan juga dilakukan.

Jika diperlukan, pasien akan dirujuk ke dokter spesialis THT untuk pemeriksaan lanjutan, seperti endoskopi hidung. Pemeriksaan pencitraan, seperti sinar-X, juga bisa dilakukan. Bila dicurigai akibat alergi, tes alergi akan direkomendasikan.

Baca Juga :  Indomie Soto Banjar Limau Kuit Ditarik Taiwan, BPOM RI Turun Tangan

4. Pilihan Pengobatan Sesuai Penyebab

Pengobatan postnasal drip bergantung pada penyebabnya:

  • Infeksi bakteri ditangani dengan antibiotik, semprotan hidung, dekongestan, dan irigasi saline
  • Alergi diatasi dengan menghindari pemicu, antihistamin, semprotan steroid hidung, atau imunoterapi
  • GERD ditangani dengan perubahan gaya hidup, seperti meninggikan posisi kepala saat tidur dan menghindari makan sebelum tidur

Selain itu, memperbanyak minum air putih, menghindari kafein, serta menggunakan semprotan saline dapat membantu mengencerkan lendir dan mengurangi gejala.

5. Langkah Pencegahan Postnasal Drip

Beberapa cara sederhana untuk mencegah postnasal drip antara lain:

  • Mengonsumsi obat alergi sesuai anjuran dokter
  • Menjaga kebersihan rumah dari debu
  • Menggunakan seprai dan sarung bantal antitungau
  • Rutin mengganti filter AC atau ventilasi
  • Mandi sebelum tidur setelah beraktivitas di luar rumah

Meski mengganggu, postnasal drip umumnya tidak berbahaya dan dapat dikendalikan dengan perawatan yang tepat. Namun, jika gejala tidak membaik dalam beberapa minggu atau disertai keluhan lain, segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel