TIMETODAY.ID, BOGOR – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan dugaan pencemaran limbah di Situ Citongtut, Kecamatan Gunung Putri. Pengujian dilakukan menyusul ditemukannya ribuan ikan jenis sapu-sapu mati mengambang di situ tersebut.
Pelaksana Tugas Kepala DLH Kabupaten Bogor, Teuku Mulya mengatakan, pihaknya telah mengambil sampel air dan limbah dari tiga perusahaan di sekitar kawasan untuk diteliti di laboratorium. Proses pengujian memakan waktu sekitar dua minggu.
“Sudah di cek, tapi itu kan 2 minggu prosesnya. Itu baru tiga perusahaan baru bisa kita masuk kemarin itu,” kata Teuku kepada wartawan di Cibinong, belum lama ini.
Teuku menjelaskan, proses identifikasi penyebab pencemaran tidak mudah karena di bawah situ tersebut terdapat aliran irigasi atau anak sungai yang melintasi kawasan industri dengan 21 perusahaan.
“Karena susah banget kita mengidentifikasi, ada irigasi atau anak sungai itu di bawah, di bawah 21 perusahaan itu,” tuturnya.
DLH telah mengambil sampel dari sejumlah perusahaan di sekitar aliran tersebut. Hingga saat ini, tiga perusahaan telah diperiksa dan sampelnya diserahkan ke laboratorium.
“Nah kemarin 3 kita coba ambil sampling, kita sekarang sudah serahkan ke laboratorium,” ujarnya.
Ikan sapu-sapu yang ditemukan mati merupakan jenis ikan invasif yang dikenal tahan terhadap kondisi lingkungan ekstrem. Namun, ikan tersebut diduga tidak mampu bertahan akibat paparan zat berbahaya dari aliran limbah di sekitar kawasan situ.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































