Politisi Inggris Kecam Pernyataan Trump Soal Peran NATO di Afghanistan

NATO
Donald Trump. Foto: Elijah Nouvelage/Bloomberg/Getty Images

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Inggris bereaksi dengan tegas atas pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut tentara NATO “agak di belakang” dan “tidak berada di garis depan” di Afghanistan.

Komentar ini disampaikan Trump dalam wawancara dengan Fox News, yang tayang Kamis lalu.

“Mereka akan mengatakan mereka mengirim beberapa pasukan ke Afghanistan,” ujar Trump, dilansir AFP, Sabtu (24/1/2026).

Advertisement

Ia menambahkan, “Dan memang benar, mereka agak di belakang, sedikit di luar garis depan.”

Trump juga menegaskan kembali bahwa NATO tidak akan membantu Amerika Serikat jika diminta. Pernyataan ini langsung memicu reaksi keras dari pejabat dan politisi Inggris.

Fakta Keterlibatan Inggris di Afghanistan
Faktanya, setelah serangan 11 September 2001, Inggris dan sejumlah negara sekutu NATO bergabung dengan AS di Afghanistan.

Baca Juga :  EIGER Adventure Land Perkuat Ekosistem Hulu dengan Penanaman Pohon Endemik di Pangrango

Sebanyak 457 tentara Inggris tewas dalam pertempuran di sana. Negara-negara sekutu lain yang ikut berperang antara lain Kanada, Prancis, Jerman, Italia, dan Denmark.

Menteri Kesehatan Inggris, Stephen Kinnock, mengatakan komentar Trump “jelas salah” dan “sangat mengecewakan.” Ia menambahkan, “Apa yang dia katakan tidak masuk akal, karena faktanya, satu-satunya saat pasal 5 diaktifkan adalah untuk membantu Amerika Serikat setelah 11 September. Banyak tentara Inggris dan sekutu NATO Eropa lainnya mengorbankan nyawa mereka untuk mendukung misi Amerika, termasuk di Afghanistan dan Irak.”

Reaksi Politik Inggris
Emily Thornberry, Ketua Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Inggris, menyebut komentar Trump sebagai “lebih dari sekadar kesalahan.”

Baca Juga :  Pedagang Puncak Meradang, Protes Ketidakadilan Pembongkaran Bangunan Liar

Ia mengatakan, “Ini penghinaan mutlak. Ini penghinaan terhadap 457 keluarga yang kehilangan seseorang di Afghanistan. Beraninya dia mengatakan kita tidak berada di garis depan.”

Angka resmi pemerintah Inggris mencatat, 405 dari 457 tentara Inggris yang meninggal di Afghanistan tewas akibat aksi militer musuh. AS sendiri kehilangan lebih dari 2.400 tentara di konflik yang sama.

Menteri Kesehatan Kinnock menambahkan, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer kemungkinan akan mengangkat masalah ini secara langsung kepada Presiden Trump, menegaskan pentingnya penghormatan terhadap jasa angkatan bersenjata Inggris.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel