TIMETODAY.ID, BOGOR – Jenazah Esther Aprilita Pinansita (23), pramugari korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Gunung Gadung, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (24/1/2036) siang ini sekitar pukul 13.00 WIB.
Hingga Sabtu pagi, suasana duka masih menyelimuti kediaman keluarga korban di Komplek Perumahan Bukit Rancamaya, Desa Ciherang Pondok, Kabupaten Bogor. Ratusan pelayat terus berdatangan sejak pagi untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dibawa ke tempat peristirahatan terakhir.
“Setelah kebaktian selesai, kami akan segera berangkat ke pemakaman,” kata Robert Pinansita (55), ayah korban, dikutip dari beritasatu.com.
Proses identifikasi dan penyerahan jenazah dari pihak berwenang baru selesai Jumat (23/1/2026) malam. Keluarga langsung mempersiapkan pemakaman pada Sabtu siang sesuai tradisi keluarga.
Hingga menjelang siang, peribadatan masih berlangsung di rumah duka yang dipimpin Pastor Antonius Widodo. Sekitar 200 pelayat memadati ruang tamu dan halaman rumah, termasuk rekan kerja Esther dari maskapai penerbangan yang mengenakan seragam formal sebagai bentuk penghormatan terakhir.
Ibu korban, Margaretha Sitorus (52), tampak terpukul dan terus menangis didampingi kerabat. Ia hampir tak sanggup berdiri dan harus dipapah saat mengikuti rangkaian peribadatan.
Pihak keluarga telah menyiapkan lahan pemakaman di TPU Gunung Gadung, Blok C, yang berjarak sekitar tujuh kilometer dari rumah duka. Di lokasi pemakaman, puluhan petugas sudah bersiap sejak pagi. Lubang pemakaman telah digali dan kursi-kursi untuk pelayat telah dijejerkan di bawah tenda putih.
Esther merupakan salah satu korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 yang tewas dalam kecelakaan tersebut. Ia bekerja sebagai pramugari selama tiga tahun terakhir.





































