Doa Ibu untuk Esther Esther Aprilita, Pramugari dalam Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

Esther Aprilita
J Siburian menunjukkan foto putrinya, Esther Aprilita, di kediamannya di Kampung Bojongkoneng, Desa Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Minggu (18/1/2026). Esther merupakan pramugari yang menjadi salah satu kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang mengalami kecelakaan dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar. Foto : Dok. beritasatu.com

TIMETODAY.ID, BOGOR – Harapan akan mukjizat masih menggelayut di relung hati J Siburian. Ibu dari Esther Aprilita, pramugari yang menjadi salah satu kru pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) rute Yogyakarta-Makassar yang mengalami kecelakaan, itu tak henti berdoa untuk keselamatan putri sulungnya.

Di kediamannya, di Kampung Bojongkoneng, Desa Ciherang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, perempuan paruh baya itu tampak masih tegar meski mata sesekali berkaca-kaca. Ia bercerita tentang percakapan terakhir dengan Esther, dua hari sebelum kabar yang tidak pernah dibayangkan itu datang.

“Jumat malam kami masih chattingan. Dia bilang sudah sampai di Jogja. Biasanya begitu, dia selalu kabari saya. ‘Aku udah di sini, Ma,’ katanya,” tutur J Siburian.

Advertisement
Baca Juga :  Anggota BPK Haerul Saleh Jadi Korban Tewas Kebakaran di Jagakarsa

Tidak ada firasat. Tidak ada pertanda. Semuanya terasa biasa saja, seperti hari-hari sebelumnya ketika Esther menjalani tugasnya sebagai pramugari. Namun, takdir berkata lain.

Hingga berita ini diturunkan, keluarga mengaku belum menerima informasi resmi dari pihak maskapai mengenai perkembangan terkini kondisi Esther. Mereka hanya bisa memantau tayangan berita di televisi, menanti kepastian yang entah kapan tiba.

Sebelumnyaa, petugas Disaster Victim Identification (DVI) dari Polda Jawa Barat telah datang untuk mengambil sampel DNA keluarga. Prosedur identifikasi medis memang harus dijalankan, meski hati masih enggan menerima kemungkinan terburuk.

Baca Juga :  Polisi Hong Kong Tangkap 3 Terduga Pelaku Pembakaran Apartemen Tai Po

“Kami masih menunggu laporan selanjutnya,” ujar J Siburian.

Meski demikian, imannya tidak goyah. Selama belum melihat Esther dengan mata kepala sendiri, ia yakin pintu mukjizat Tuhan masih terbuka lebar.

“Harapannya, mukjizat Tuhan itu masih ada. Selama kami belum melihat Esther, mukjizat Tuhan pasti ada,” katanya.

Doa-doa terus dipanjatkan. Keluarga menanti, dengan harap dan cemas, kabar tentang Esther, putri yang selalu setia mengabari ibunya dari mana pun ia bertugas.

Sementara itu, tim SAR gabungan dan otoritas terkait masih terus melakukan evakuasi di lokasi kejadian. Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak saat melayani penerbangan domestik tersebut.

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel