TIMETODAY.ID, JAKARTA – Keputusan Xabi Alonso meninggalkan Real Madrid sempat mengejutkan publik sepak bola. Pengumuman resmi klub datang kurang dari 24 jam setelah Los Blancos kalah 2-3 dari Barcelona di final Piala Super Spanyol 2026. Namun, menurut pengamat sepak bola Spanyol Guillem Ballague, kepergian Alonso sejatinya bukan sesuatu yang benar-benar mendadak.
Ballague menilai ada sejumlah faktor yang perlahan membuat Alonso merasa tak berada di posisi ideal sebagai pelatih Real Madrid. Salah satunya adalah minimnya kepercayaan penuh dari Presiden klub, Florentino Perez. Mulai dari penugasan awal hingga kebijakan transfer, Alonso disebut kerap tidak mendapatkan apa yang ia inginkan.
Alonso direkrut pada Mei 2025 dan langsung dipercaya memimpin tim di Piala Dunia Antarklub 2025. Waktu tersebut dinilai kurang tepat oleh sang pelatih, yang sebenarnya ingin memulai proyeknya setelah turnamen usai. Kondisi fisik pemain yang kelelahan usai musim panjang membuat situasi semakin sulit, namun Alonso tak diberi opsi untuk menunda awal masa kerjanya.
Selain itu, beberapa rekrutan yang datang disebut tidak sesuai dengan kebutuhan taktik Alonso. Franco Mastantuono dinilai belum menunjukkan dampak signifikan, sementara kegagalan mendatangkan Martin Zubimendi juga menjadi ganjalan tersendiri dalam membangun tim sesuai visinya.
Hasil di lapangan pun tak sepenuhnya berpihak. Madrid tersingkir di semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 oleh PSG, dibantai Atletico Madrid 2-5 di LaLiga, dan ditutup dengan kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol. Meski sempat memenangi El Clasico pertama musim ini, hasil negatif secara keseluruhan menambah tekanan pada Alonso.
Situasi ruang ganti juga disebut mulai memanas. Beberapa pemain terlihat tidak sepenuhnya sejalan dengan pendekatan taktik Alonso. Bahkan, sempat muncul momen ketegangan antara Vinicius Junior dan sang pelatih di pinggir lapangan.
Puncaknya terjadi di final Piala Super Spanyol, ketika Kylian Mbappe disebut memaksa Alonso menolak melakukan guard of honour kepada Barcelona. Momen tersebut dinilai Ballague sebagai titik di mana Alonso merasa sudah cukup dan memilih mundur.
Selama tujuh bulan menangani Real Madrid, Xabi Alonso mencatatkan 34 pertandingan dengan hasil 24 kemenangan, 4 imbang, dan 6 kekalahan. Sebuah catatan yang terbilang solid, namun belum cukup untuk memenuhi ekspektasi tinggi di Santiago Bernabeu. Kepergiannya pun menandai akhir singkat perjalanan sang legenda klub sebagai pelatih, dengan Alvaro Arbeloa kini ditunjuk sebagai pengganti. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































