TIMETODAY.ID, JAKARTA — Donald Trump kembali memantik kontroversi di panggung internasional. Presiden Amerika Serikat itu kali ini menyasar Venezuela dengan pernyataan yang tak kalah provokatif: menyebut dirinya sendiri sebagai “Presiden Sementara Venezuela”.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui akun media sosial Truth Social pada Senin (13/1/2026). Dalam unggahannya, Trump secara terbuka menulis klaim tersebut, seolah menegaskan peran baru yang ia sematkan pada dirinya di tengah krisis politik Venezuela.
Unggahan itu dilengkapi tangkapan layar halaman Wikipedia yang menampilkan foto resmi Trump. Di bawah fotonya, tertulis keterangan “Acting President of Venezuela” sejak Januari 2026. Tulisan tersebut tampak ditempatkan di atas jabatan Trump sebagai “45th & 47th President of the United States”.
Namun, tangkapan layar itu diduga kuat merupakan hasil rekayasa digital atau suntingan, bukan tampilan asli halaman Wikipedia.
Langkah Trump ini muncul tak lama setelah operasi militer Amerika Serikat di Venezuela pada awal Januari lalu. Operasi tersebut berujung pada penangkapan mantan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, yang kemudian diterbangkan ke New York untuk menghadapi proses hukum atas sejumlah tuduhan, termasuk perdagangan narkoba dan senjata.
Tak berhenti di situ, Trump juga melontarkan candaan bernada politik terkait Kuba. Ia membagikan ulang unggahan seorang pengguna media sosial yang menyebut Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio akan menjadi Presiden Kuba. Trump menanggapi dengan singkat, “Kedengarannya bagus bagi saya.”
Sebelumnya, Trump juga pernah menyatakan bahwa pemerintahannya akan “mengelola” Venezuela beserta aset minyaknya selama masa transisi politik. Pernyataan ini menambah panjang daftar sikap keras Trump terhadap negara Amerika Latin tersebut.
Di sisi lain, pasca-penangkapan Maduro, Venezuela melantik Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara. Pelantikan itu dilakukan melalui mekanisme konstitusional domestik, melibatkan Mahkamah Agung Venezuela, dan bukan sebagai hasil intervensi langsung Amerika Serikat.
Pemerintahan sementara di bawah Rodriguez disebut tetap membuka jalur komunikasi dengan Washington. Bahkan, tim diplomatik dan keamanan AS dilaporkan telah mengunjungi Caracas untuk menilai kemungkinan kelanjutan operasional Kedutaan Besar AS di negara tersebut.
Klaim Trump sebagai “Presiden Sementara Venezuela” pun menambah ketegangan geopolitik, sekaligus menimbulkan tanda tanya besar tentang batas antara pernyataan politik, candaan, dan pesan strategis di era media sosial.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































