TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pagi Senin (12/1/2026) berubah tegang di Kecamatan Cigudeg. Ribuan warga dari tiga kecamatan Cigudeg, Rumpin, dan Parungpanjang memadati Kantor Kecamatan Cigudeg, menuntut perhatian pemerintah terhadap nasib mereka.
Aksi yang digelar Aliansi Masyarakat tersebut sempat memanas. Beberapa fasilitas kantor kecamatan rusak akibat lemparan batu, sementara akses Jalan Raya Cigudeg terblokade total.
Truk ditumpuk di badan jalan dan ban dibakar, membuat kemacetan panjang hingga ratusan meter. Warga yang hendak melintas terpaksa memutar arah untuk mencari jalan alternatif.
Koordinator lapangan, Asep Fadlan, menjelaskan bahwa tuntutan warga sederhana namun mendesak: pembukaan kembali aktivitas pertambangan dan realisasi bantuan sosial bagi masyarakat terdampak penutupan tambang.
“Data masyarakat sudah masuk ke provinsi melalui BPMD. Warga bahkan sudah keluar modal, beli materai. Tapi sampai sekarang belum ada realisasi,” ujarnya di tengah kerumunan massa.
Bantuan dari KDM sebesar Rp3 juta per bulan yang dijanjikan sebelumnya belum terealisasi, sementara aktivitas pertambangan telah berhenti lebih dari tiga bulan. Hal ini membuat perekonomian warga di tiga kecamatan semakin terpuruk.
Dalam tuntutannya, massa menegaskan dua poin utama: pertama, meminta pemerintah segera menyalurkan bantuan kompensasi; kedua, mendesak dibukanya kembali pertambangan yang menjadi penggerak utama roda ekonomi lokal.
“Kalau tidak digubris, kami akan bertahan di sini sampai besok,” tegas Asep.
Hingga berita ini diturunkan, aparat keamanan masih berjaga ketat di sekitar Kantor Kecamatan Cigudeg, dan arus lalu lintas di Jalan Raya Cigudeg belum sepenuhnya normal.***
Editor : Syafira
Sumber : narasitoday.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































