Saat Seni Bertemu Isu Lingkungan di Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional
Perpustakaan Nasional tak hanya jadi ruang baca. Lewat pameran lukisan bertema bumi, pengunjung diajak merenungkan hubungan manusia dan lingkungan, bahkan ikut melukis langsung.

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Perpustakaan Nasional RI tak hanya menjadi tempat membaca dan belajar, tetapi juga ruang perjumpaan gagasan, seni, dan isu-isu penting kehidupan. Suasana itu terasa di lantai 4 Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, saat sebuah pameran lukisan menghadirkan pesan kuat tentang bumi dan lingkungan.

Pameran bertajuk “Bumi, Rumah Bersama untuk Kesejahteraan Bersama” ini berlangsung pada 4–9 Januari 2026. Melalui tema tersebut, para seniman menuangkan kegelisahan sekaligus harapan tentang hubungan manusia dan alam dalam bentuk karya visual yang beragam.

Deretan lukisan yang dipajang menyuguhkan berbagai interpretasi tentang bumi. Ada karya yang menampilkan manusia sebagai figur kecil di hadapan alam luas, ada pula lukisan suasana pedesaan yang tampak tenang namun sarat makna. Meski hadir dengan gaya dan teknik berbeda, seluruh karya terhubung oleh satu pesan: pentingnya menjaga lingkungan sebagai rumah bersama.

Advertisement
Baca Juga :  Gunung Rinjani ‘Istirahat’ Sementara: Enam Jalur Pendakian Ditutup 1-10 Agustus

Isu kerusakan alam menjadi sorotan utama dalam pameran ini. Salah satu karya berjudul Rimba yang Dirindukan menggambarkan hilangnya habitat gajah akibat penebangan liar, khususnya di kawasan Tisunelo. Visual rimba dan satwa di dalamnya menjadi pengingat bahwa eksploitasi alam berdampak langsung pada makhluk hidup yang bergantung padanya.

Melalui pameran ini, pengunjung diajak untuk tidak sekadar melihat lukisan, tetapi juga merenungkan kondisi bumi saat ini. Seni hadir sebagai medium kritik yang lembut, sekaligus doa agar manusia kembali berdamai dengan alam.

Menariknya, pameran ini tak berhenti pada apresiasi visual semata. Pengunjung juga diberi kesempatan untuk terlibat langsung lewat workshop melukis. Area khusus dengan kanvas dan cat disediakan bagi siapa saja yang ingin mengekspresikan pandangannya tentang alam.

Baca Juga :  Lembah Darwis, Glamping Murah di Bogor dengan Pesona Alam Pegunungan

Antusiasme pengunjung pun terlihat. Anak-anak hingga orang dewasa tampak mencoba melukis tanpa rasa canggung. Aktivitas ini membuat suasana pameran terasa hidup dan inklusif, sekaligus menjadi cara menyenangkan untuk menyampaikan pesan lingkungan.

Kehadiran pameran seni di ruang publik seperti Perpustakaan Nasional menunjukkan bahwa isu lingkungan dapat disuarakan lewat berbagai medium. Seni menjadi jembatan yang menghubungkan pesan moral dengan pengalaman personal, tanpa terasa menggurui.

Bagi warga Jakarta atau wisatawan yang mencari alternatif wisata edukatif, pameran lukisan di Perpustakaan Nasional ini bisa menjadi pilihan menarik. Tak hanya membaca buku, pengunjung juga diajak melihat, merasakan, dan ikut menyuarakan kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel