
TIMETODAY.ID, BOGOR – Sejumlah pusat perbelanjaan di kawasan Cibinong Raya, Kabupaten Bogor, mengalami penurunan pengunjung. Kondisi ini mendorong Bupati Bogor Rudy Susmanto mengevaluasi kebijakan perizinan pembangunan mal yang dinilai memicu persaingan ketat.
Rudy menyatakan, sepinya mal tidak sepenuhnya menjadi tanggung jawab manajemen. Pemerintah daerah juga perlu menilai kembali kebijakan yang telah dikeluarkan.
“Ini salah satu bentuk tanggung jawab Pemkab Bogor kalau ada mal yang kurang berjalan maksimal. Kita harus lihat apakah sepenuhnya kesalahan manajemen atau pemerintah kabupaten,” kata Rudy, Jumat (2/1/2025).
Dia menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menerbitkan izin pembangunan pusat perbelanjaan agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Rudy menjelaskan, perkembangan pusat perbelanjaan di Cibinong Raya menunjukkan pola persaingan akibat penerbitan izin yang beruntun. ITC Cibinong yang awalnya ramai, mulai sepi setelah Superindo dibuka di dekat flyover Cibinong.
Setelah itu, pemerintah kembali mengeluarkan izin bagi Giant Mall di Simpang Tiga Cikaret. Superindo pun mengalami penurunan pengunjung. Kemudian, izin CCM, Robinson, Vivo Mall, hingga AEON Mall turut dikeluarkan.
“Akhirnya inti perkotaan menjadi hutan rimba,” ujar Rudy.
Dia menilai, kebijakan perizinan yang tidak disertai kajian mendalam menyebabkan pusat perbelanjaan harus bersaing secara terbuka untuk mendapatkan konsumen.
“Kita hanya menerima dunia investasi tapi tidak mengkaji dengan baik apa dampaknya. Mereka perang terbuka mencari konsumennya sendiri,” tegasnya.
Sebagai langkah evaluasi, sejak 2025 Pemkab Bogor menjalin kerja sama dengan pengelola pusat perbelanjaan. Salah satunya, memanfaatkan Vivo Mall sebagai lokasi pelayanan publik.
Rudy menyebutkan, Vivo Mall dibangun dengan investasi besar sehingga perlu didukung agar dapat kembali berkembang. Saat ini, dua satuan kerja perangkat daerah (SKPD) dan Badan Pendapatan Daerah (Bappenda) membuka unit pelayanan terpadu (UPT) di mal tersebut.
“Kami berharap Vivo Mall pun bebenah. Manajemennya harus lebih aktif, kami mendatangkan orang, mereka siapkan tenant yang terbaik,” katanya.
Ke depan, Pemkab Bogor berencana membuka peluang kerja sama serupa dengan pusat perbelanjaan lain di wilayahnya.
Editor : B. Supriyadi
Wartawan : Amelia Azizah
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































