Salat Jumat Berubah Duka, Ledakan Guncang Masjid di Homs Suriah

Suriah
Ledakan saat salat Jumat mengguncang Masjid Imam Ali ibn Abi Talib di Homs, meninggalkan duka dan trauma di tengah jemaah. ilustrasi ledakan (unsplash.com/Jeff Kingma)

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Suasana khusyuk salat Jumat di Masjid Imam Ali bin Abi Talib, kawasan Wadi al-Dhahab, Homs, mendadak berubah menjadi kepanikan dan duka. Ledakan bom mengguncang rumah ibadah tersebut pada Jumat (26/12/2025), saat jemaah tengah menunaikan salat. Sedikitnya delapan orang meninggal dunia dan 18 lainnya mengalami luka-luka dalam peristiwa itu.

Masjid yang berada di wilayah dengan mayoritas penduduk komunitas Alawiyah tersebut mengalami kerusakan cukup parah. Dokumentasi Kantor Berita Arab Suriah (SANA) memperlihatkan karpet masjid berlumuran darah, dinding yang berlubang, kaca jendela hancur, serta bekas kebakaran di beberapa bagian bangunan. Aparat memastikan bahan peledak sengaja diletakkan di dalam masjid, menandai serangan yang terencana.

Baca Juga :  AS Geram Mojtaba Khamenei Kuasai Iran

Area sekitar lokasi segera disterilkan dan dipasangi garis pengaman. Aparat keamanan bersama tim medis Bulan Sabit Merah bergerak cepat mengevakuasi para korban, sementara penyelidikan masih berlangsung untuk mengungkap pelaku di balik serangan tersebut. Kementerian Dalam Negeri Suriah menyebut insiden ini sebagai aksi teror yang secara khusus menargetkan rumah ibadah saat ibadah salat Jumat berlangsung.

Advertisement

Belakangan, kelompok ekstremis Saraya Ansar al-Sunna mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui pernyataan di kanal Telegram mereka. Kelompok yang jarang muncul ke publik ini sebelumnya juga dikaitkan dengan serangan bom bunuh diri di sebuah gereja Ortodoks Yunani di pinggiran Damaskus pada Juni lalu, yang menewaskan puluhan jemaat.

Baca Juga :  Kisah Kopka Eko Fitra Selamatkan Pria yang Hendak Bunuh Diri

Kesaksian dari wakil imam masjid menggambarkan kepanikan yang terjadi sesaat setelah ledakan. Jemaah yang selamat saling membantu mengevakuasi korban di tengah asap dan api yang sempat membakar bagian dalam masjid, termasuk salinan Al-Qur’an. Bantuan pasukan keamanan tiba tak lama kemudian untuk mengamankan lokasi.

Peristiwa di Homs ini kembali menegaskan rapuhnya situasi keamanan di Suriah pasca-perubahan politik setahun terakhir. Konflik bernuansa sektarian masih membayangi, terutama bagi komunitas minoritas seperti Alawiyah. Serangan tersebut menuai kecaman dari berbagai negara tetangga dan memperdalam kekhawatiran warga terhadap masa depan perdamaian di Suriah. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : idntimes.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel