Mengenal Tahi Lalat Merah: Penyebab, Tanda Bahaya, dan Cara Merawatnya

tahi lalat
ilustrasi Tahi Lalat Merah. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Kemunculan tahi lalat merah kerap menimbulkan kekhawatiran, terutama jika muncul secara tiba-tiba atau jumlahnya bertambah. Meski sebagian besar bersifat jinak, masyarakat tetap perlu memahami penyebab serta tanda-tanda yang patut diwaspadai demi menjaga kesehatan kulit.

Tahi lalat merah merupakan benjolan kecil berwarna merah terang hingga merah tua yang muncul di permukaan kulit. Kondisi ini terbentuk akibat pertumbuhan atau pelebaran pembuluh darah kecil di bawah kulit. Berbeda dengan tahi lalat berwarna cokelat atau hitam yang berasal dari pigmen melanin, tahi lalat merah berkaitan langsung dengan pembuluh darah.

Mengutip Alodokter, tahi lalat merah umumnya mulai muncul setelah seseorang berusia 30 tahun dan jumlahnya dapat bertambah seiring bertambahnya usia. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini tidak menimbulkan rasa nyeri maupun keluhan kesehatan lainnya.

Advertisement

Faktor Penyebab Tahi Lalat Merah

Secara medis, munculnya tahi lalat merah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah proses penuaan.

Baca Juga :  Dinkes Pastikan Kabupaten Bogor Bebas Super Flu

Seiring bertambahnya usia, pembuluh darah kecil di kulit dapat melebar dan berkumpul, sehingga memicu terbentuknya benjolan merah. Perubahan ini tergolong alami dan umumnya tidak berbahaya.

Selain usia, faktor keturunan juga berperan. Seseorang yang memiliki anggota keluarga dengan tahi lalat merah cenderung memiliki risiko lebih tinggi.

Meski demikian, jumlah dan ukuran tahi lalat merah dapat berbeda-beda pada setiap individu dan biasanya tidak memerlukan penanganan khusus.

Perubahan hormon turut menjadi pemicu, terutama pada kondisi seperti kehamilan. Perubahan hormonal dapat memengaruhi aliran darah dan pelebaran pembuluh darah di kulit, sehingga tahi lalat merah lebih mudah muncul. Namun, kondisi ini umumnya bersifat sementara dan tetap tergolong jinak.

Dalam kasus tertentu, tahi lalat merah juga dapat dikaitkan dengan kondisi medis tertentu atau pengaruh lingkungan dan gaya hidup. Meski demikian, hingga kini tahi lalat merah sangat jarang dikaitkan dengan kanker kulit.

Tanda Tahi Lalat Merah yang Perlu Diwaspadai

Meski sebagian besar tidak berbahaya, ada sejumlah perubahan pada tahi lalat merah yang sebaiknya mendapat perhatian medis. Di antaranya jika tahi lalat berubah ukuran, bentuk, atau warna secara tidak merata, mudah berdarah tanpa sebab jelas, atau muncul dalam jumlah banyak dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Rahasia Kulit Glowing: 5 Makanan Sehari-hari yang Wajib Dikonsumsi!

Tanda lain yang perlu diwaspadai adalah tepian yang kasar dan tidak rata, serta adanya campuran dua hingga tiga warna atau lebih dalam satu tahi lalat. Risiko juga perlu dicermati jika seseorang memiliki riwayat kanker kulit atau keluhan kulit lainnya.

Perawatan dan Pencegahan

Pada dasarnya, tahi lalat merah tidak memerlukan perawatan khusus. Pemiliknya cukup menjaga kebersihan kulit serta memantau perubahan yang terjadi secara berkala. Untuk mencegah iritasi, masyarakat disarankan tidak menggaruk, memencet, atau mencoba menghilangkan tahi lalat merah sendiri.

Jika letaknya sering bergesekan dengan pakaian atau aksesori, area tersebut sebaiknya dilindungi agar tidak mudah terluka dan berdarah.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel