
TIMETODAY.ID, JAKARTA – Harga minyak mentah dunia kembali melemah dan menyentuh level terendah dalam hampir empat tahun terakhir. Kondisi ini terjadi di tengah melimpahnya pasokan global serta perkembangan terbaru dalam upaya perundingan damai konflik Rusia–Ukraina yang turut memengaruhi sentimen pasar energi.
Pada perdagangan Selasa (16/12/2025), minyak mentah Brent turun lebih dari 2 persen dan diperdagangkan di bawah 59 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah lebih dari 3 persen dan sempat berada di bawah 55 dolar AS per barel. Kedua harga acuan tersebut berada di level yang terakhir kali tercatat pada awal 2021.
Penurunan harga ini tak lepas dari kondisi pasar yang tengah dibanjiri pasokan. Sejumlah negara produsen, termasuk anggota OPEC dan mitranya, meningkatkan produksi dalam beberapa bulan terakhir. Di saat yang sama, produksi minyak dari negara-negara non-OPEC juga terus bertambah, sehingga pasokan global semakin melimpah.
Persediaan minyak yang menggunung turut menambah tekanan. Banyak minyak mentah kini tersimpan di kapal tanker karena pasokan belum sepenuhnya terserap pasar. Situasi ini membuat harga kontrak minyak jangka panjang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kelebihan pasokan dalam waktu ke depan.
Sejumlah analis menilai tren pelemahan harga minyak masih berpotensi berlanjut. Namun demikian, dinamika geopolitik serta kebijakan moneter global tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga minyak ke depan.
Di tengah kondisi tersebut, pelaku industri energi dan negara-negara penghasil minyak dihadapkan pada tantangan untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan agar stabilitas pasar tetap terjaga. (MG4)
Editor : Salma
Sumber : idntimes.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































