Gondongan Bisa Menyebar Sebelum Gejala Muncul, Waspadai Risiko Penularan

Gondongan
ilustrasi Gondongan. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Gondongan atau mumps sering menjadi kekhawatiran keluarga, terutama ketika anak-anak mengalami pembengkakan di pipi. Penyakit ini merupakan infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada kelenjar ludah, khususnya kelenjar parotis di dekat rahang. Meskipun lebih sering menyerang anak-anak, orang dewasa pun bisa terinfeksi.

Pertanyaan yang kerap muncul adalah, “Gondongan apakah menular?” Menurut penjelasan Alodokter, jawabannya adalah iya. Virus penyebab gondongan berasal dari kelompok paramyxovirus dan dapat menyebar dengan cepat dari satu orang ke orang lain.

“Penularan gondongan terutama terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Droplet tersebut dapat masuk ke tubuh orang lain melalui hidung atau mulut. Selain lewat udara, virus juga dapat berpindah melalui kontak dengan barang pribadi penderita yang terkontaminasi air liur, seperti gelas, sendok, atau sikat gigi,” tulis Alodokter.

Advertisement
Baca Juga :  Cedera Otot Saat Olahraga? Ini Cara Aman Mencegah dan Menanganinya

Selain itu, virus gondongan bisa menular sebelum gejala pembengkakan terlihat. Seseorang dapat menularkan virus mulai 1–2 hari sebelum pipinya tampak bengkak hingga lima hari setelahnya.

Kondisi ini membuat penyebaran gondongan mudah terjadi tanpa disadari, khususnya di lingkungan anak-anak, seperti sekolah atau tempat penitipan.

Baca Juga :  Kasus Chikungunya Meledak di China, Singapura Catat Kenaikan Dua Kali Lipat

Untuk mencegah penularan, langkah-langkah berikut disarankan:

  • Melakukan vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) untuk melindungi anak dari gondongan, campak, dan rubella.
  • Mengisolasi penderita minimal lima hari sejak pembengkakan muncul.
  • Rutin mencuci tangan dengan sabun, terutama setelah beraktivitas dan kontak dengan penderita.
  • Menghindari berbagi alat makan, minum, atau barang pribadi.
  • Membersihkan permukaan benda yang sering disentuh secara rutin.

Dengan langkah pencegahan yang konsisten dan pemberian vaksinasi, risiko penyebaran gondongan bisa ditekan secara signifikan.***

Editor : Syafira

Sumber : alodokter.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel