BNNK Bogor Bekuk Tiga Pengedar, Sita Ganja dan Shabu

BNNK
Petugas BNNK Bogor mendata barang bukti narkotika hasil operasi pengungkapan tiga kasus pada 2025. BNNK Bogor berhasil menyita shabu seberat 5,34 gram dan ganja seberat 2.014 gram dari tiga tersangka. Foto : Ist.

TIMETODAY.ID, BOGOR – Badan Narkotika Nasional Kabuoaten/Kota (BNNK) Bogor berhasil mengungkap tiga laporan kejadian narkotika pada 2025. Capaian itu melampaui target yang ditetapkan Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, yakni satu laporan kejadian narkotika.

Kepala BNNK Bogor, Kombes Anggun Cahyono mengatakan, kasus pertama mengungkap tersangka berinisial H alias J pada Oktober 2025 di Tajur Halang dan Ciseeng, Kabupaten Bogor. Barang bukti yang disita berupa shabu seberat 3,58 gram dan satu unit telepon genggam. Perkara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P-21.

Kasus kedua melibatkan tersangka berinisial AS yang ditangkap pada Oktober 2025 di Cilebut Barat, Kabupaten Bogor. Petugas menyita daun ganja kering seberat 2.014 gram dan satu unit telepon genggam.

Advertisement

Adapun kasus ketiga mengungkap tersangka berinisial D alias B pada November 2025 di Ciseeng, Kabupaten Bogor. Barang bukti yang diamankan berupa ganja seberat 0,54 gram, shabu seberat 1,76 gram, dan dua unit telepon genggam. Perkara ini dalam proses menuju P-21.

Baca Juga :  KLH Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis di Bogor, Target Tanam 2 Miliar Bambu

Anggun mengatakan, operasi tersebut berhasil menekan peredaran narkoba di wilayah rawan dan membongkar jaringan pengedar lokal. Proses hukum melalui asesmen terpadu di BNNK Bogor telah menjangkau 47 orang.

“Dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan, dan peredaran gelap narkotika meliputi bantuan dana hibah. Adapun Pemerintah Kota Bogor memberikan dukungan melalui Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2025,” kata Anggun, Kamis (12/12/2025).

Ia menegaskan, pihaknya terus meningkatkan koordinasi dengan instansi terkait dan seluruh komponen masyarakat untuk memastikan wilayah Bogor bersih dari narkoba.

Dalam bidang pencegahan dan pemberdayaan masyarakat, BNNK Bogor melaksanakan berbagai program edukasi berbasis masyarakat. Sosialisasi bahaya narkoba disampaikan kepada pelajar, pekerja, dan komunitas lokal.

Lebih dari 100 kampanye antinarkoba telah dilakukan di tingkat pendidikan anak usia dini dan taman kanak-kanak sebanyak tiga kegiatan, sekolah dasar lima kegiatan, sekolah menengah pertama 43 kegiatan, sekolah menengah atas 51 kegiatan, dan perguruan tinggi tiga kegiatan. Program tersebut melibatkan ribuan peserta dengan fokus membangun ketahanan keluarga dan lingkungan dari pengaruh narkoba.

Baca Juga :  Bupati Bogor Apresiasi Gerakan Pangan Murah Serentak di 40 Kecamatan 120 Ton Beras Tersedia Untuk Masyarakat

Sejalan dengan gerakan Ananda Bersinar, pada 2025 BNNK Bogor telah masuk ke puluhan sekolah pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar di wilayah kerjanya.

Seksi rehabilitasi mencatat kemajuan signifikan dengan melayani 70 klien pecandu narkoba. Mayoritas klien berada pada usia produktif. Program rehabilitasi berbasis medis maupun sosial tidak hanya berfokus pada pemulihan fisik, tetapi juga membantu pasien kembali berfungsi secara sosial melalui pelatihan keterampilan kerja.

Anggun mengatakan, pengembangan unit intervensi berbasis masyarakat di setiap desa menjadi program unggulan. Program ini bertujuan memberikan edukasi, pencegahan, dan penanganan dini terhadap penyalahgunaan narkoba melalui program Desa Bersinar yang telah dilaksanakan sejak 2021. Hingga 2025, tercatat 93 desa telah menjalankan program tersebut.

Editor : B. Supriyadi

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel