Panduan Konsumsi Kunyit: Dari Pagi hingga Malam, Simak Tips Ahli

kunyit
ilustrasi kunyit. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Mengonsumsi bahan herbal seperti kunyit masih menjadi pilihan banyak orang untuk menjaga kesehatan. Kunyit kaya akan antioksidan dan antiradang, yang bermanfaat untuk mengatasi gejala mual, muntah, serta peradangan pada lambung. Namun, agar manfaatnya optimal, waktu dan cara konsumsi kunyit perlu diperhatikan.

Ahli gizi dan penelitian menunjukkan bahwa penyerapan kunyit meningkat ketika dikonsumsi bersamaan dengan makanan, terutama yang mengandung lemak.

Selain itu, membagi dosis sepanjang hari dapat meminimalkan efek samping seperti mual atau ketidaknyamanan pada perut.

Advertisement

Waktu Konsumsi Kunyit

Perbedaan utama dalam efektivitas kunyit bukanlah pada jam tertentu, tetapi pada hubungan dengan waktu makan. Jika Anda ingin mengonsumsi kunyit sebagai suplemen atau menambahkannya ke dalam teh atau makanan, tidak ada perbedaan signifikan antara pagi, siang, atau malam hari.

Baca Juga :  Resep Spaghetti Aglio e Olio, Pasta Praktis 10 Menit ala Restoran Italia

Di pagi hari, mengonsumsi kunyit bisa praktis, apalagi jika dosis dibagi untuk mengurangi efek samping.

“Efek samping seperti sakit perut atau feses yang encer dapat berkurang jika Anda mengonsumsi kunyit dalam dosis terbagi,” jelas para ahli.

Di malam hari, kunyit juga bisa bermanfaat karena membantu relaksasi dan tidur. Teh herbal dengan kunyit, jahe, kamomil, atau lavender dapat membuat tubuh lebih rileks sebelum tidur.

Namun, jika kunyit menyebabkan masalah pencernaan, sebaiknya dihindari di malam hari agar tidak mengganggu tidur.

Kunyit Lebih Baik Dikonsumsi Bersama Makanan

Kunyit lebih mudah diserap tubuh ketika dikonsumsi bersamaan makanan, terutama yang tinggi lemak. Beberapa alasannya:

  • Kunyit tidak stabil dalam lingkungan pH tinggi (alkali), tetapi pH rendah (asam) dari makanan membantu menstabilkan senyawa aktifnya.
  • Kunyit larut lebih baik dalam lipid (lemak) daripada air, sehingga penyerapan meningkat bila dikonsumsi dengan makanan berlemak.
Baca Juga :  Cara Cek Status Penerima Program Indonesia Pintar (PIP) 2025 Secara Online

Suplemen Kunyit

Bagi yang mengonsumsi suplemen kunyit, penting memperhatikan petunjuk pada label. Bioavailabilitas tiap produk berbeda, yang menentukan seberapa mudah tubuh menyerapnya.

Bentuk paling umum adalah pil atau tablet. Beberapa suplemen dikombinasikan dengan bahan lain, seperti jahe, yang juga memengaruhi waktu konsumsi. Sedangkan bentuk suntik memiliki bioavailabilitas lebih rendah.

Efek Samping

Kunyit umumnya aman jika dikonsumsi dalam jumlah wajar. Namun, beberapa orang dapat mengalami efek samping seperti:

  • Reaksi alergi
  • Diare
  • Mual atau sakit perut
  • Risiko kerusakan ginjal atau hati jika dikonsumsi berlebihan

Dengan mengetahui waktu dan cara konsumsi yang tepat, kunyit bisa menjadi tambahan yang bermanfaat untuk gaya hidup sehat.***

Editor : Syafira

Sumber : CNBCIndonesia.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel