Museum Nasional Korea Gelar Pameran Seni Islam Pertama, Hadirkan 80 Karya Ikonik dari Spanyol hingga Tiongkok

Museum Nasional Korea
“Melintasi 1.400 tahun warisan Islam, pameran ini membawa pengunjung menelusuri jejak estetika, inovasi, dan spiritualitas dari Spanyol hingga Tiongkok. ( korea.net )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Museum Nasional Korea untuk pertama kalinya menghadirkan pameran seni Islam bertajuk Islamic Art: A Journey of Splendor. Pameran besar yang berlangsung hingga 11 Oktober 2026 ini digelar melalui kolaborasi dengan Museum of Islamic Art (MIA), Doha, Qatar.

Program jangka panjang tersebut menawarkan perjalanan visual 1.400 tahun kreativitas dunia Islam mulai dari manuskrip suci, keramik, kaca, hingga karya logam istana sekaligus memperkenalkan kekayaan estetika dan sejarah Islam kepada publik Korea Selatan.

Menampilkan 80 Karya yang Memetakan 1.400 Tahun Seni Islam

Lebih dari 80 karya dipamerkan dalam satu ruang, menggambarkan bagaimana seni berkembang melalui jaringan perdagangan, pertukaran ilmiah, hingga perpindahan budaya dari Spanyol ke Tiongkok.

Advertisement

Salah satu pusat perhatian adalah manuskrip Al-Qur’an langka, yang menunjukkan evolusi kaligrafi dari huruf Kufik awal hingga hiasan vegetal dan motif geometris yang rumit. Koleksi ini memberikan gambaran bagaimana estetika religius berkembang seiring inovasi teknis para penyalin naskah.

Baca Juga :  PNS Auto Full Senyum, THR 2024 Bakal Cair H-10 Lebaran

Selain manuskrip, pengunjung juga dapat menyaksikan keramik lustreware, kaca berteknik email dan gilding, serta fragmen tekstil bersejarah yang memperlihatkan pergerakan motif melalui Jalur Sutra. Instrumen ilmiah seperti astrolabe turut menegaskan peran ilmuwan Islam dalam pertukaran intelektual global.

Pameran ditutup dengan deretan objek istana termasuk logam bertatah dan dekorasi mewah yang menampilkan standar estetika elite dari berbagai dinasti besar dunia Islam.

Tiga Bagian Kurasi yang Menyusun Narasi Besar Seni Islam

Pameran disusun dalam tiga bagian utama:

  1. Fondasi Spiritual
    Menampilkan manuskrip sakral, kaligrafi, ornamen masjid, dan objek devosional yang mencerminkan hubungan seni dengan spiritualitas.
  2. Ekspansi Budaya & Pertukaran Estetika
    Menggambarkan bagaimana motif, teknologi, dan ide artistik berpindah antarwilayah melalui perdagangan dan penerjemahan.
  3. Tradisi Istana
    Memperlihatkan gaya visual kaum elite melalui lukisan naratif, manuskrip mewah, dan objek dekoratif berteknik tinggi.
Baca Juga :  Jadwal ‘Neraka’ Menanti Manchester City, Ujian Berat Menuju Empat Trofi

Pengalaman tersebut dilengkapi dengan instalasi digital berupa rekonstruksi ruang resepsi Damaskus tahun 1817, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk “memasuki” interior klasik Levant.

Kolaborasi Qatar – Korea untuk Perbincangan Budaya Global

Pameran ini dikurasi oleh Dr. Mounia Chekhab Abudaya dari MIA bersama tiga kurator Museum Nasional Korea. Program ini tidak hanya mempertemukan objek-objek bersejarah, tetapi juga menegaskan misi diplomasi budaya melalui inisiatif Years of Culture dan program Evolution Nation dari Qatar Creates.

Kolaborasi ini menjadi medium pertemuan antara dua peradaban dan menyoroti bagaimana seni dapat menjadi jembatan dialog global. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : popbela.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel