Angkatan Laut IRGC Latihan Perang, Kapal-kapal AS Jadi Sasaran Peringatan

IRGC
ilustrasi bendera Iran. Foto: istock

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) menggelar latihan militer yang melibatkan angkatan lautnya di perairan Teluk. Latihan ini disebut sebagai bentuk peringatan bagi kapal-kapal perang Amerika Serikat (AS) yang beroperasi di kawasan tersebut.

Latihan perang tersebut berlangsung lebih dari lima bulan setelah pecahnya konflik bersenjata selama 12 hari antara Iran dan Israel, yang juga menyeret keterlibatan AS.

Televisi pemerintah Iran, seperti dilansir AFP dan Al Arabiya, Jumat (5/12/2025), melaporkan bahwa latihan itu mencerminkan kesiapsiagaan Angkatan Laut IRGC dalam menghadapi berbagai potensi ancaman pascaperang yang terjadi pada Juni lalu.

Advertisement

“Pengorbanan dan semangat perlawanan” ditunjukkan oleh Angkatan Laut IRGC “untuk menghadapi ancaman apa pun” terhadap Iran setelah perang sengit ada Juni lalu.

Dalam konflik tersebut, serangan Israel dilaporkan menewaskan lebih dari 1.000 orang, termasuk sejumlah komandan senior IRGC. Iran kemudian membalas dengan serangan pesawat tanpa awak dan rudal yang menewaskan puluhan orang di Israel.

Baca Juga :  Timur Tengah Memanas, Trump Isyaratkan Serangan ke Iran di Tengah Upaya Damai

Televisi pemerintah Iran juga menyebut bahwa unit angkatan laut IRGC dalam latihan tersebut telah memberikan peringatan langsung kepada kapal-kapal AS yang berada di kawasan Teluk.

Disebutkan bahwa unit-unit tersebut “mengeluarkan peringatan kepada kapal-kapal Amerika yang berada di kawasan tersebut, menyampaikan pesan tegas mereka”. Namun, isi pesan tersebut tidak dirinci lebih lanjut. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pihak militer AS.

Media pemerintah Iran lainnya melaporkan bahwa IRGC turut mengerahkan sistem pertahanan udara dalam kondisi perang elektronik yang didukung kecerdasan buatan.

Sistem tersebut disebut “mampu mendeteksi target udara dan maritim menggunakan kecerdasan buatan”.

Baca Juga :  P2MI Bentuk Tim Crisis Monitoring Pantau Keselamatan PMI di Timur Tengah

Kawasan Teluk, termasuk Selat Hormuz yang menjadi jalur pertemuan menuju Laut Oman, merupakan rute vital perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen ekspor minyak global melewati jalur perairan tersebut setiap tahunnya.

Sementara itu, Wakil Panglima IRGC Ali Fadavi pada Rabu (3/12) menegaskan bahwa “tidak ada negara yang dapat meremehkan peran Selat Hormuz”. Ia juga menyatakan komitmen IRGC untuk menjaga keamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Menurut Fadavi, seperti dikutip kantor berita IRNA, keamanan Teluk merupakan “garis merah”. Ia menyebut musuh-musuh Iran, termasuk AS dan Israel, sebagai “pendorong utama ketidakamanan global”.

Diketahui, IRGC telah beberapa kali menyita kapal tanker berbendera asing di perairan Teluk dengan alasan dugaan penyelundupan bahan bakar.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel