TIMETODAY.ID, JAKARTA — Guyuran hujan berhari-hari di Thailand bagian selatan kembali menambah daftar korban. Hingga Jumat (28/11/2025), sebanyak 145 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara lebih dari 1 juta Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir yang meluas di sembilan provinsi.
Kabar ini disampaikan oleh juru bicara pemerintah Thailand, Siripong Angkasakulkiat, yang menyebut Provinsi Songkhla menjadi wilayah dengan jumlah korban tertinggi.
“Jumlah korban tewas terbanyak berada di Provinsi Songkhla yakni 110 orang,” kata Siripong.
Selain itu, sebanyak 14.000 orang lebih saat ini masih bertahan di pusat-pusat penampungan karena kehilangan rumah atau terisolasi banjir.
Bencana Melanda 105 Distrik
Direktur Jenderal Departemen Pencegahan dan Mitigasi Bencana, Teerapat Kachamat, sebelumnya menjelaskan bahwa banjir tersebut telah merendam 105 distrik di sembilan provinsi, menyasar lebih dari 1,07 juta KK atau sekitar 2,9 juta jiwa.
Tim tanggap darurat dikerahkan sejak awal pekan. Mereka membantu proses evakuasi warga, menyalurkan makanan dan air bersih, serta mendirikan dapur umum dan unit pemurnian air. Perahu-perahu juga disiagakan untuk menjangkau kawasan yang tak lagi dapat dilalui kendaraan.
Status Darurat Ditetapkan
Situasi semakin genting membuat pemerintah mengambil langkah cepat. Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul mengumumkan keadaan darurat di Songkhla pada Selasa lalu. Ia menunjuk Panglima Angkatan Bersenjata Kerajaan Thailand sebagai pemimpin komando penanganan bencana untuk mempercepat bantuan dan distribusi logistik.
Ribuan rumah terendam, sekolah lumpuh, dan sebagian akses kesehatan terputus. Sementara itu, pemerintah terus memperingatkan kemungkinan hujan susulan yang dapat memperluas banjir ke wilayah baru.***
Editor : Syafira
Sumber : iNews.id
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































