Menkes Pastikan Penanganan Kesehatan Korban Banjir–Longsor Sumut Berjalan Maksimal

Menkes
Menkes memastikan penanganan kesehatan korban banjir–longsor di Sumut berjalan maksimal. Tenaga medis hingga logistik kesehatan sudah dikirimkan, sementara data terbaru mencatat 34 korban meninggal dunia akibat bencana di beberapa wilayah. ( foto/ detik.com )

TIMETODAY.ID, JAKARTA – Menteri Kesehatan ( MenKes ) Budi Gunadi Sadikin memastikan bahwa penanganan kesehatan untuk korban banjir dan longsor di Sumatera Utara mendapat perhatian penuh dari pemerintah. Ia menegaskan bahwa sistem penanganan bencana dilakukan secara berjenjang, dimulai dari tingkat daerah hingga pusat, untuk memastikan kebutuhan medis masyarakat terpenuhi.

“Kami selalu ada di pusat krisis nasional yang mem-back up Dinas Kesehatan Provinsi dan Kota. Kalau mereka tidak bisa, kami akan masuk,” ujar Menkes Budi di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Kamis (27/11/2025).

Kemenkes juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Advertisement
Baca Juga :  Tamparan di SPBU: Kisah Rizka Alpiah, Petugas yang Diserang Emak-Emak Gara-Gara Jalur Isi Bensin

Seluruh Layanan Kesehatan Daerah Dikerahkan

Staf Ahli Menteri Kesehatan Bayu Teja menyampaikan bahwa seluruh fasilitas kesehatan di daerah terdampak mulai dari Aceh, Sumatera Utara hingga Sumatera Barat telah diaktifkan untuk mendukung masa tanggap darurat. Upaya ini mencakup penyediaan obat-obatan, bahan medis habis pakai, dan makanan tambahan untuk balita serta ibu hamil.

Selain itu, tenaga medis mulai dari dokter, perawat, ahli kesehatan lingkungan hingga epidemiolog juga diterjunkan ke lokasi. Pengiriman bantuan dilakukan bertahap mengikuti akses wilayah dan koordinasi pemerintah daerah.

Data Korban Jiwa: 34 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan data sementara Polda Sumut, terdapat 34 korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumut sejak 24–26 November.

Baca Juga :  ‘Super Flu’ Sudah Ada di RI, Kemenkes Tegaskan Belum Picu Lonjakan Kasus

Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menjadi daerah dengan jumlah korban terbanyak, yaitu 17 orang meninggal, empat luka berat, dan 69 luka ringan.

Daerah lain yang mencatat korban jiwa meliputi:

  • Sibolga: 8 orang
  • Tapanuli Tengah: 4 orang
  • Pakpak Bharat: 2 orang
  • Humbang Hasundutan: 2 orang
  • Nias Selatan: 1 orang

Secara keseluruhan, Polda Sumut mencatat 148 kejadian bencana dalam kurun waktu tersebut, meliputi tanah longsor, banjir, pohon tumbang, hingga angin puting beliung yang terjadi di 12 kabupaten/kota. (MG4)

Editor : Salma

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel