Rayakan Satu Abad, Jemaat Ahmadiyah Indonesia Gelar MTQ dan Seminar Al-Qur’an

Ahmadiyah
Amir Nasional JAI Zaki Firdaus Syahid membuka rangkaian MTQ dan seminar di Tangerang, Sabtu (8/11/2025). (Foto: Istimewa)

TIMETODAY.ID, TANGERANG — Suasana religius dan hangat terasa di sebuah kawasan di Tangerang, Banten, akhir pekan ini. Jemaat Muslim Ahmadiyah Indonesia (JAI) merayakan momen bersejarah menjelang satu abad berdiri dengan menggelar rangkaian kegiatan keagamaan selama dua hari, 8–9 November 2025. Acara tersebut meliputi Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Seminar Tafsir Al-Qur’an, serta Pameran Terjemahan Al-Qur’an dalam puluhan bahasa dunia dan bahasa daerah Indonesia.

‎MTQ tahun ini diselenggarakan berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Indonesia (FKMTI) dan dibuka untuk masyarakat umum, baik dari kalangan Ahmadiyah maupun non-Ahmadiyah. Peserta dari berbagai daerah turut meramaikan kompetisi yang digelar sebagai bagian dari syiar JAI di usia satu abad.

‎Di lokasi acara, pengunjung juga dapat mengikuti Seminar Sejarah Terjemahan dan Tafsir Al-Qur’an di Indonesia. Seminar ini menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi dan pakar, di antaranya Prof. Dr. Ahmad Najib Burhani selaku Dirjen Saintek Kemenristekdikti sekaligus tokoh Muhammadiyah, Prof. Kusmana S.Ag., M.A., Ph.D., Menachem Ali, M.A., serta Mln. Mochamad Sutrisna Mbsy.

Advertisement
Baca Juga :  Prabowo Angkat Contoh PDIP, Persatuan Bisa Terwujud Meski di Luar Pemerintah

‎Amir Nasional JAI, Zaki Firdaus Syahid, menegaskan bahwa Al-Qur’an menjadi pusat dari seluruh kegiatan peringatan ini.

‎“Al-Qur’an adalah karunia terbesar yang Allah turunkan kepada manusia. Di dalamnya terkandung sumber ilmu, karunia, dan pedoman bagi umat hingga akhir zaman,” ujar Zaki, Sabtu (08/11/2025).

‎Ia juga mengutip sabda pendiri Ahmadiyah yang menyebut keistimewaan Al-Qur’an tidak hanya meningkatkan kecerdasan, tetapi juga menyempurnakan akhlak dan perilaku manusia.

‎Pemerintah turut memberikan dukungan atas penyelenggaraan kegiatan ini. Dedi Slamet Riadi, M.Ag., dari Kementerian Agama RI, menilai program tersebut berperan penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap Al-Qur’an.

‎“Kegiatan seperti ini penting untuk meningkatkan literasi dan pemahaman masyarakat Muslim terhadap Al-Qur’an,” ujarnya.

‎Dalam sesi seminar, Prof. Najib Burhani menegaskan bahwa naskah Al-Qur’an yang digunakan oleh Muslim Ahmadiyah sama dengan umat Islam pada umumnya. Ia menjelaskan bahwa tafsir dan terjemahan Ahmadiyah dikenal memiliki pendekatan rasional terhadap ayat-ayat keilmuan.

Baca Juga :  Penemuan Mayat Misterius Gegerkan Pelabuhan Merak, Polisi Lakukan Penyelidikan

‎“Tafsir Ahmadiyah menumbuhkan keyakinan argumentatif dan menunjukkan kesesuaian antara Islam dan ilmu pengetahuan modern,” jelasnya.

‎Senada dengan itu, Mln. Mochamad Sutrisna Mbsy menyebut corak penafsiran Ahmadiyah selaras dengan perkembangan zaman.

‎“Kami meyakini tidak ada kontradiksi antar-ayat dalam Al-Qur’an. Semuanya harmonis dan dapat dijelaskan secara ilmiah,” ujarnya.

‎Selain MTQ dan seminar, pengunjung dapat melihat pameran Al-Qur’an dalam berbagai bahasa, mulai dari Inggris, Korea, Jepang, Mandarin, hingga Sunda dan Jawa. Pameran ini menjadi bagian dari misi Ahmadiyah menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam 100 bahasa dunia, agar pesan Islam dapat dipahami lebih luas oleh umat manusia.

‎Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari Tasyakur 100 Tahun JAI, yang akan memasuki usia seabad pada Desember 2025, membawa tema “100 Tahun Muslim Ahmadiyah: Memancarkan Islam Penuh Cinta dan Kedamaian.”

Editor : Syafira

Wartawan : Amelia Azizah

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel