
TIMETODAY.ID, JAKARTA — Pemerintah Peru resmi memutuskan hubungan diplomatik dengan Meksiko, Senin (3/11/2025) waktu setempat. Langkah drastis ini diambil setelah mantan Perdana Menteri Peru, Betssy Chavez, diketahui berlindung di Kedutaan Besar Meksiko di Lima untuk meminta suaka.
Menteri Luar Negeri Peru Hugo de Zela mengumumkan keputusan tersebut dalam konferensi pers di Lima, seperti dikutip Reuters, Selasa (4/11/2025). Ia menyebut pemerintah Peru baru mengetahui keberadaan Chavez di Kedutaan Meksiko pada Senin pagi.
“Menanggapi tindakan tidak bersahabat ini, serta campur tangan berulang kali oleh presiden dan mantan presiden Meksiko dalam urusan internal Peru, pemerintah memutuskan untuk mengakhiri hubungan diplomatik dengan Meksiko,” tegas De Zela.
Belum ada tanggapan resmi dari pihak Kementerian Luar Negeri Meksiko terkait keputusan tersebut.
Chavez sebelumnya menjabat sebagai perdana menteri hanya dalam waktu singkat, antara 25 November hingga 7 Desember 2022, di bawah pemerintahan Presiden Pedro Castillo. Ia kini tengah menghadapi tuntutan pidana karena diduga terlibat dalam upaya kudeta Castillo, yang berusaha membubarkan Kongres Peru secara ilegal pada akhir 2022.
Castillo sendiri langsung ditangkap pada 7 Desember 2022 usai upaya tersebut gagal. Sementara Chavez sempat mendekam di penjara sejak Juni 2023 sebelum dibebaskan sementara oleh hakim pada September lalu.
Meski telah dibebaskan, jaksa Peru menuntut 25 tahun penjara terhadap Chavez atas tuduhan keterlibatan dalam percobaan pembubaran parlemen. Pengacaranya, Raul Noblecilla, mengaku tidak mengetahui keberadaan kliennya dalam beberapa hari terakhir dan belum bisa memastikan apakah Chavez benar-benar telah meminta suaka ke Kedutaan Meksiko.
Hubungan diplomatik antara Peru dan Meksiko memang sempat memanas sejak Castillo digulingkan. Pemerintah Peru berulang kali menuduh Meksiko mencampuri urusan dalam negeri, terutama setelah Mexico City memberi suaka kepada keluarga Castillo pada akhir 2022.
Kini, keputusan pemutusan hubungan ini menandai puncak ketegangan diplomatik antara dua negara Amerika Latin tersebut, dengan nasib Betssy Chavez menjadi pemicunya.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com, Reuters.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel




































