TIMETODAY.ID, JAKARTA — Konflik panjang antara girl group NewJeans dan agensinya, ADOR, akhirnya menemui babak baru. Lima anggota Minji, Hanni, Danielle, Haerin, dan Hyein dinyatakan kalah dalam persidangan melawan agensinya dan diwajibkan membayar penalti sebesar 1 miliar won, atau setara Rp11,6 miliar, atas pemutusan kontrak eksklusif secara sepihak.
Perseteruan yang semula bersifat internal kini menjelma menjadi drama hukum paling mencuri perhatian di industri K-Pop tahun ini.
Awal Konflik: Pergantian CEO dan Tuduhan Duplikasi Konsep
Akar dari polemik ini bermula saat HYBE, induk perusahaan ADOR, mengganti CEO Min Hee Jin secara sepihak. Langkah itu memicu perlawanan dari para anggota NewJeans yang dikenal dekat dengan Min Hee Jin sosok yang merancang seluruh konsep artistik grup sejak debut.
Situasi kian panas ketika Min Hee Jin menuding Bang Si Hyuk, pendiri HYBE, membiarkan kemiripan antara NewJeans dan ILLIT, grup lain di bawah label yang sama.
Ia menyebut kesamaan itu tampak dari koreografi, desain album, hingga kostum panggung, yang menurutnya terlalu serupa untuk disebut kebetulan.
Puncak Konflik: Konferensi Pers dan Keputusan Hengkang
Ketegangan mencapai puncak pada Kamis, 28 November 2024, saat NewJeans menggelar konferensi pers mengejutkan.
Di hadapan media, kelima anggota mengumumkan keputusan mereka untuk keluar dari ADOR, dengan alasan agensi telah melanggar perjanjian dan gagal melindungi mereka sebagai artis.
Sejak saat itu, NewJeans vakum dari aktivitas musik. Lagu terakhir mereka, Supernatural, dirilis setahun lalu di bawah ADOR, dan para penggemar di seluruh dunia menantikan kabar comeback yang tak kunjung tiba.
Putusan Pengadilan: Kontrak Tetap Berlaku hingga 2029
Harapan penggemar sempat tumbuh ketika Min Hee Jin mendirikan agensi baru bernama OOAK (One of A Kind) pada Oktober 2025 banyak yang menduga langkah itu sebagai bentuk persiapan menyambut kemenangan NewJeans di pengadilan. Namun, hasilnya berbalik arah.
Dalam sidang yang digelar Kamis (30/10/2025), Pengadilan Distrik Pusat Seoul memutuskan bahwa kontrak eksklusif antara ADOR dan NewJeans tetap sah dan berlaku hingga tahun 2029.
“Kontrak eksklusif antara penggugat (ADOR) dan tergugat (NewJeans) yang ditandatangani pada 21 April tetap berlaku. Pemecatan Min Hee Jin dari jabatannya sebagai CEO tidak memberikan legitimasi atas pemutusan kontrak eksklusif para personel NewJeans,”
demikian pernyataan hakim dalam persidangan.
Selain itu, majelis hakim memerintahkan NewJeans untuk membayar penalti atas pemutusan kontrak tersebut.
Langkah Selanjutnya: Banding dan Masa Depan yang Tak Pasti
Baik NewJeans maupun ADOR diberi waktu hingga 14 November 2025 untuk mengajukan banding. Jika tidak, NewJeans resmi kembali menjadi artis di bawah naungan ADOR selama empat tahun ke depan.
Tak lama setelah sidang berakhir, tim hukum NewJeans mengumumkan langkah mereka untuk melawan putusan tersebut.
“Meskipun kami menghormati keputusan pengadilan, klien kami tetap berpendapat sulit untuk kembali ke ADOR dan melanjutkan aktivitas karena semua kepercayaan antara kedua belah pihak telah hancur,” ujar perwakilan hukum NewJeans.
“Kami berharap pengadilan banding akan meninjau secara menyeluruh bukti dan hukum yang berlaku tentang kontrak eksklusif dan memberikan keputusan yang bijaksana,” lanjutnya.
Kini, nasib salah satu girl group paling berpengaruh di generasi keempat K-Pop itu masih menggantung.
Di tengah pertempuran hukum, penggemar hanya bisa menunggu—apakah NewJeans akan menemukan jalan untuk kembali ke panggung, atau justru melangkah bersama agensi baru yang dipimpin sosok yang mereka percayai sejak awal.***
Editor : Syafira
Sumber : Detik.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel








































