Suara Tegas Madam Pang di Balik Pemecatan Masatada Ishii dari Timnas Thailand

Masatada Ishii
Madam Pang (Foto: FAT/ist)

TIMETODAY.ID, JAKARTA — Drama pemecatan Masatada Ishii dari kursi pelatih kepala Timnas Thailand sempat jadi perbincangan hangat di dunia sepak bola Asia Tenggara. Namun bagi Nualphan Lamsam atau yang akrab disapa Madam Pang semuanya tidak perlu dibesar-besarkan.

Bagi sang Ketua Umum Federasi Sepakbola Thailand (FAT) itu, keputusan pergantian pelatih bukanlah drama, melainkan bagian dari proses profesional yang harus dijalankan dengan kepala dingin.

Pada Selasa (21/10/2025), FAT resmi mengumumkan pemutusan kerja sama dengan Masatada Ishii, pelatih asal Jepang yang telah memimpin “Gajah Perang” sejak 2023.

Advertisement

Keputusan itu mengejutkan publik, sebab di bawah arahannya, Thailand sempat kembali menembus 100 besar peringkat FIFA sebuah capaian yang menandai kebangkitan tim nasional tersebut.

Namun, di balik catatan positif itu, terdapat kekecewaan. Ishii disebut menganggap pemecatannya dilakukan secara sepihak. Kabar ini pun menimbulkan gelombang reaksi di kalangan suporter dan pemerhati sepak bola Thailand.

Tak ingin spekulasi berlarut-larut, Rabu (22/10/2025) malam WIB, Madam Pang akhirnya buka suara melalui unggahan panjang di media sosial pribadinya.

Baca Juga :  Asia Tenggara Bangun Jaringan Kereta Cepat Regional, Indonesia Belum Gabung

“Keputusan federasi terkait hal ini didasarkan pada evaluasi kinerja yang menyeluruh dan rekomendasi berdasarkan prinsip-prinsip akademis, dengan menggunakan statistik dari departemen teknis. Faktanya, pergantian pelatih kepala merupakan praktik umum dalam sepakbola di seluruh dunia. Performa dan kesuksesan tim nasional Thailand merupakan salah satu faktor terpenting dalam kesuksesan FAT,” tulis Pang.

Dalam pernyataannya, Madam Pang menegaskan bahwa Ishii sebelumnya diberi target membawa Timnas Thailand lolos ke ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

Namun, hasil tak berpihak pada mereka. Thailand kalah secara head to head dari China dan harus mengubur ambisi mereka melangkah lebih jauh.

“Saat ini, hampir tidak ada lagi yang tersisa bagi Timnas Thailand untuk berkompetisi. Hanya ada satu turnamen tersisa, Piala Asia 2027. Tentu saja, kami ingin lolos ke putaran final di Arab Saudi,” tegasnya.

Meski pemecatan ini menuai reaksi beragam, Madam Pang menegaskan bahwa FAT tetap memperlakukan Ishii secara profesional, termasuk soal hak dan kompensasi.

“Masatada Ishii mendapat kompensasi sesuai persyaratan yang berlaku. Namun, saya ingin mengucapkan terima kasih dan menerima semua komentar dan saran dari para penggemar. Saya selalu menghormati pemain ke-12,” ungkapnya.

Baca Juga :  Red Sparks Hadapi Tantangan Berat di Play-off Liga Voli Putri Korea

Madam Pang pun menutup pernyataannya dengan nada reflektif. Ia menyadari bahwa posisi yang diembannya tak mudah, apalagi sebagai presiden perempuan pertama federasi sepakbola Thailand dan juga yang pertama di Asia.

“Saya menegaskan kembali komitmen saya untuk memimpin sepakbola Thailand menuju kejayaan. Saya berterima kasih kepada para penggemar Thailand atas kesempatan ini dan kepada Dewan Direksi ini. Sebagai presiden perempuan pertama federasi sepakbola Thailand dan yang pertama di Asia, saya merasa terhormat mengemban peran ini. Jalan ini telah dipenuhi dengan bunga dan bebatuan. Sebagai seorang perempuan, saya dengan hormat menerima semua kritik,” tutupnya.

Dengan pernyataan itu, Madam Pang seolah ingin mengakhiri spekulasi dan mengembalikan fokus pada masa depan sepak bola Thailand.

Bagi dirinya, keputusan ini bukan soal siapa yang salah atau benar, tapi tentang bagaimana tim nasional bisa terus melangkah ke arah yang lebih baik.***

Editor : Syafira

Sumber : Detik.com

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel