TIMETODAY.ID, JAKARTA — Menjaga gula darah tetap stabil bukan soal pantangan, tapi keseimbangan pilihan makanan. Bagi para penderita diabetes, menjaga pola makan bukan sekadar menghindari makanan manis, tetapi juga memilih makanan yang dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Pasalnya, kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang bisa menyebabkan komplikasi serius pada jantung, mata, ginjal, hingga saraf.
Melansir Very Well Health, alih-alih berfokus pada pantangan, penderita diabetes disarankan untuk memasukkan makanan bergizi yang mendukung sensitivitas insulin dan menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Berikut 13 makanan yang direkomendasikan untuk membantu mengelola kadar gula darah:
1. Sayuran Non-Tepung
Sayuran berdaun hijau, brokoli, paprika, kembang kol, asparagus, tomat, hingga bawang bombai kaya akan serat, vitamin, dan mineral, namun rendah kalori dan karbohidrat. “Sayuran ini membantu Anda merasa kenyang tanpa lonjakan glukosa yang signifikan,” tulis Very Well Health.
2. Biji-bijian Utuh
Oat, quinoa, barley, beras merah, dan roti gandum utuh kaya serat dan nutrisi yang memperlambat pencernaan, sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.
3. Kacang-kacangan
Kacang mengandung protein nabati dan pati resisten yang mendukung kesehatan usus. Menambahkan kacang ke dalam sup atau salad dapat menjadi cara sederhana untuk memperkaya menu sehari-hari.
4. Makanan Fermentasi
Yogurt, kefir, kimchi, dan asinan dikenal baik untuk kesehatan usus. Pilihlah versi tawar rendah gula dan hindari yang terlalu asin.
5. Ikan Berlemak
Salmon, makerel, sarden, dan tuna merupakan sumber protein serta omega-3 yang melindungi jantung. Very Well Health menyarankan untuk mengonsumsinya dua kali seminggu dengan cara dipanggang atau dibakar.
6. Daging dan Unggas Tanpa Lemak
Ayam tanpa kulit atau daging sapi tanpa lemak dapat membantu mengontrol gula darah. Tipsnya, hindari menggoreng dan batasi porsi sekitar 80–110 gram setelah dimasak.
7. Telur
Telur dikenal sebagai sumber protein berkualitas tinggi yang bisa meningkatkan rasa kenyang dan membantu menstabilkan kadar gula. Nikmati dalam bentuk rebus, orak-arik, atau omelet sayuran.
8. Produk Susu
Produk seperti yogurt dan susu mengandung kalsium serta vitamin D. Beberapa studi menunjukkan konsumsi yogurt secara rutin dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2. Pilih versi tanpa pemanis, atau gunakan susu kedelai tanpa gula sebagai alternatif.
9. Buah Utuh
Buah beri, apel, pir, ceri, dan jeruk memiliki indeks glikemik rendah. “Makan buah utuh lebih baik daripada jus karena seratnya membantu mengurangi lonjakan glukosa,” tulis Very Well Health.
10. Lemak Sehat
Minyak zaitun, minyak alpukat, dan minyak kanola merupakan sumber lemak tak jenuh yang baik untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan melindungi jantung.
11. Rempah dan Herbal
Kayu manis, kunyit, bawang putih, dan jahe dapat membantu mengatur metabolisme glukosa. Gunakan sebagai bumbu alami untuk menggantikan gula atau garam berlebih.
12. Air dan Minuman Tanpa Gula
Air putih tetap menjadi pilihan terbaik untuk hidrasi. Hindari minuman manis seperti soda dan teh kemasan. Kopi dan teh tanpa gula masih aman dikonsumsi dalam batas wajar.
Intinya: Fokus pada Pola Makan Seimbang
Mengelola diabetes bukan berarti harus kehilangan kenikmatan makan. Kuncinya terletak pada keseimbangan: memilih makanan alami, memperhatikan porsi, serta mengombinasikan dengan gaya hidup aktif.
Sebagaimana ditegaskan oleh Very Well Health, menjaga kadar gula darah stabil bukan hanya tentang membatasi, tapi tentang “memberi tubuh apa yang dibutuhkan untuk tetap berfungsi optimal.”
Editor : Syafira
Sumber : CNBCIndonesia.com
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel





































